Sejarah: 25 April Hari Malaria Sedunia

Sejarah: 25 April Hari Malaria Sedunia

Sejak tahun 2008, tanggal 25 April ditetapkan sebagai World Malaria Day (Hari Malaria Sedunia). Setiap tahun, Hari Malaria Sedunia dijadikan momentum untuk menguatkan gerakan mencegah dan memberantas penyakit malaria. Untuk tahun 2013-2015, tema yang diangkat adalah “Invest in the Future : Defeat Malaria” (Investasi Masa Depan : Kalahkan Malaria). Gerakan dunia dalam upaya memberantas malaria dikelola melalui organisasi kemitraan “Roll Back Malaria (RBM)”.

Malaria sebenarnya merupakan penyakit yang telah diketahui sejak lama dapat dicegah dan diobati. Sejak tahun 1600, obat untuk malaria sudah mulai ditemukan. Akan tetapi, hingga kini malaria masih menjadi masalah kesehatan global.

Berdasarkan data WHO, setengah penduduk dunia berisiko terjangkit malaria. Pada tahun 2014, malaria menyebar di 97 negara. Pada tahun 2013 saja, terdapat sekitar 198 juta kasus malaria di seluruh dunia yang sekitar 584 ribu di antaranya berakhir pada kematian. Diperkirakan sebesar 90% (sekitar 525 ribu) dari kematian karena malaria terjadi di Afrika dan 90% (sekitar 437 ribu) dari kematian di Afrika tersebut terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Jika ditambah dengan anak-anak di luar Afrika, jumlah tersebut bertambah menjadi 453 ribu.

World Malaria Day (Roll Back Malaria)

World Malaria Day (Roll Back Malaria)

Sebenarnya, sejak tahun 2000 gerakan global untuk memberantas malaria sudah berdampak positif. Terjadi penurunan drastis insidensi malaria dalam rentang 2000-2013. Secara global, jumlah orang yang terjangkit malaria di seluruh dunia menurun hingga 30% dan kematian karena malaria juga menurun 47%. Khusus di Afrika jumlah yang terjangkit malaria menurun 34% dan kematian karena malaria menurun 54%. Untuk kalanangan usia di bawah 5 tahun, penurunannya mencapai 53% secara global dan 58% untuk di Afrika. Artinya, jika di tahun 2000 rata-rata setiap tahun sekitar 173 juta orang di Afrika terkena malaria, maka di tahun 2013 angkanya sudah menjadi 128 juta per tahun.

Akan tetapi, upaya untuk terus mencegah dan memberantas malaria harus terus ditingkatkan. Tetap saja, sampai saat ini sekitar 500 ribu orang meninggal karena malaria setiap tahunnya di seluruh dunia. Angka tersebut masih sangat tinggi dibandingkan target tahun 2015 yang sebelumnya merujuk pada Millenium Development Goals (MDGs) adalah menghentikan penyebaran malaria di seluruh dunia. Mengutip pernyataan Direktur RBM, Dr. Fatoumata Nafo Traore, capaian saat ini yang masih rentan dan belum merata di seluruh dunia menandakan Malaria adalah urusan global yang belum tuntas.

Program MDGs telah berganti menjadi SDGs (Sustainability Development Goals) dan strategi global pemberantasan malaria dipimpin RBM mengusung tema “Action and Investment to defeat Malaria (AIM) 2016-2030: for a Malaria-Free World” (Aksi dan Investasi untuk mengalahkan Malaria 2016-2030 untuk Dunia yang Bebas Malaria). Semoga ke depannya perhatian kita semua semakin meningkat dan malaria dapat diberantas dari seluruh dunia.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.