Terlahir dengan HIV, dan Tetap Bisa Hidup Seperti Orang Normal

Terlahir dengan HIV, dan Tetap Bisa Hidup Seperti Orang Normal

Andrew Pulsipher adalah salah satu keajaiban di antara para penderita HIV/AIDS. Terlahir dari orangtua yang mengidap HIV, Andrew merupakan satu-satunya anak yang menderita HIV. Kakak-kakak Andrew tidak ada yang terinfeksi penyakit ini.

Kedua orang tuanya meninggal karena AIDS, dan ia akhirnya dibesarkan oleh paman dan bibinya.  Hanya sedikit sekali orang yang tahu mengenai status HIV (+) yang ia miliki. Hal ini ditujukan agar dirinya bisa beraktiviitas seperti orang biasa.

Andrew baru mengetahui dirinya terkena HIV hingga ia berusia 8 tahun. Ia baru mulai mengkonsumsi obat ARV diusia tersebut dan terus ia lanjutkan hingga sekarang. Konsumsi obat ini menyebabkan level virus pada tubuh Andrew tidak terdeteksi.

Saat ia akhirnya bertemu dengan istinya Victoria, ia memiliki ketakutan untuk menularkannya kepada istri dan anaknya. Oleh karena itu, anak pertamanya lahir lewat program kesuburan di rumah sakit. Namun karena level virus yang tidak terdeteksi, dokter membolehkan Andrew untuk memiliki anak dengan cara alami. Andrew sekarang telah memiliki 3 anak, dan kesemuanya HIV (-).

Selama 33 tahun Andrew menutupi statusnya sebagai penyandang HIV. Kali ini Andrew memutuskan untuk tampil ke publik dengan tujuan untuk memebrikan edukasi kepada masyarakat bahwa sebenarnya orang dengan penyakit HIV pun masih bisa hidup seperti orang normal.

Selain itu, ia juga berharap apa yang ia lakukan  bisa mengurangi stigma yang dirasakan oleh kaum penderita HIV/AIDS. Seringkali penderita HIV/AIDS dianggap sebagai orang yang memiliki perilaku beresiko seperti gay atau pengguna narkoba jarum suntik.

Andrew berharap, setelah mendengar kisahnya orang akan lebih  terfokus untuk mengetahui bagaimana hidup normal dengan HIV ketimbang sibuk menghakimi seseorang mengenai darimana dia mendapatkan virus ini.


Categories: Penyakit Infeksi

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.