Para Peneliti Berhasil Menemukan Tetes Hidung Pencegah Meningitis

Para Peneliti Berhasil Menemukan Tetes Hidung Pencegah Meningitis

Saat ini  masih segar dalam ingatan kita bagaimana pelawak kondang Olga Syahputra meninggal diduga disebabkan oleh meningitis atau radang selaput otak dan saraf pusat. Selain Olga, penyanyi terkenal Ashanty juga pernah terjangkit penyakit ini. Ashanty berhasil sembuh sempurna karena diduga penyebab meningitis Ashanty adalah infeksi virus yang bersifat ringan.

Meningitis merupakan penyakit yang mematikan, terutama jika disebabkan oleh bakteri. Walaupun tidak  menyebabkan kematian, statistik menyebutkan bahwa 10% penderita meningitis dapat mengalami gejala sisa  berupa kecacatan permanen.

Saat ini meningitis yang disebabkan oleh bakteri dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Beradasarkan publikasi pada Jurnal Clinical Infectious Disease pada akhir  Maret 2015 ini kita akan memiliki alternatif pencegahan selain vaksin. Sejumlah ilmuwan dari Inggris baru saja menemukan alternatif lain pencegahan yaitu dengan pemberian tetes hidung probiotik.

Tetes hidung ini mengandung bakteri hidup Neisseria lactamica. Yaitu, bakteri yang masih berkerabat dengan Neisseria meningitidis penyebab meningitis, namun bersifat baik atau tidak menyebabkan penyakit.

Penelitian epidemiologi pada masyarakat menyebutkan bahwa, orang yang memiliki koloni N. lactamica pada hidung dan  tenggorokannya, lebih jarang memiliki koloni N.meningitidis pada hidungnya. Orang tersebut juga memiliki risiko lebih rendah terserang meningitis. Hal ini diperkirankan karena kolonisasi oleh satu jenis bakteri menghambat kolonisasi oleh bakteri lainnya.

Penelitian ini melibatkan 310 sukarelawan dari dua universitas di Inggris. Sukarelawan ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberikan intervensi dan kelompok kontrol.

Dari dua kelompok ini diketahui bahwa koloni bakteri N.meningitidis ditemukan sebesar 24,2% (grup terapi) dan 22,4 %(grup kontrol).Grup terapi akan diberikan tetes hidung yang mengandung bakteri baik N. lactamica dan jumlah koloni kedua jenis bakteri itu akan diperiksa setiap minggu ke 2, 4, 8, 16, dan 26 setelah pemberian tetes hidung.

Setelah 4 minggu, terjadi penurunan drastis koloni N.meningitidis, yaitu dari sebelumnya 24,2% hanya menjadi 6.7% saja. Namun, pada pengambilan sampel di minggu 26 didapatkan angka kolonisasi N. meningitides yang lebih besar yaitu 14.5 %. Penurunan koloni N. menigitidis ini sebelumnya didahului oleh pengingkatan koloni bakteri baik N. lactamica dari sebelumnya 33,6 % di minggu ke 4,  menjadi 41% pada minggu ke 26.

Alice M. Deasy, MBBS dari bagian Infeksi dan Penyakit Tropis Sheffield Teaching Hospital menyebutkan bahwa efek protektif yang ditunjukkan oleh  pemberian tetes hidung ini bahkan lebih poten dan lebih cepat dibandingkan pemberian vaksinasi meningococcal. Dalam kesimpulan jurnalnya ia menyatakan bahwa: Neisseria lactamica   atau salah satu komponennya memiliki potensi untuk  menjadi obat untuk mencegah timbulnya wabah meningitis.


Comments

comments