Diabetes Tipe 2 Mengintai Remaja yang Kekurangan Jam Tidur

Diabetes Tipe 2 Mengintai Remaja yang Kekurangan Jam Tidur

Sehatmagz – Risiko mengidap diabetes tipe 2 bisa dilihat dari kebiasaan tidur saat remaja. Studi membuktikan, remaja yang kekurangan jam tidur berisiko lebih besar mengidap diabetes.

Dr. Bruno Geloneze dari Laboratory of Investigation on Metabolism and Diabetes, University of Campinas, Sao Paolo, Brasil mengatakan, remaja yang kurang jam tidurnya memiliki lebih banyak lemak di area perut dan pinggang. Hal ini membuat risiko resistensi insulin meningkat, dan secara otomatis juga meningkatkan risiko diabetes.

“Studi sebelumnya menghubungkan kurangnya jam tidur dengan risiko penyakit kardiovaskular. Padahal bahaya kurang tidur tidak hanya untuk jantung dan pembuluh darah, namun juga sistem metabolisme tubuh, dan berimbas pada meningkatnya risiko obesitas dan diabetes,” tutur Geloneze, dikutip dari Reuters, Rabu (23/3/2016).

Penelitian dilakukan kepada 615 remaja berusia 10 hingga 19 tahun.para peneliti mengukur berat badan, tinggi badan, tekanan darah dan variabel kesehatan tubuh lainnya. Setelah itu, para partisipan diminta mengisi survei tentang jam tidur mereka.

Rata-rata partisipan tidur 7,9 jam per hari. Namun ditemukan 257 partisipan yang tidur kurang dari 8 jam per hari dan ternyata berpengaruh terhadap sensitivitas insulin mereka. Bahkan, penelitian menyebut kurang tidur dua jam per hari saja bisa menurunkan sensitivitas insulin, seperti dikutip dari health.detik.com.

Gelenoze mengatakan kurangnya sensitivitas tubuh terhadap insulin membuat gula darah sulit dicerna menjadi energi. Jika hal ini terjadi terus menerus dalam waktu lama, kemampuan tubuh untuk memproduksi insulin akan berkurang dan gula darah tak terkontrol.

“Studi kami membuktikan bahwa kurang tidur berperan besar dalam proses resistensi insulin, sekaligus meningkatkan risiko diabetes dan obesitas,” tuturnya.

 

 


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.