Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes

Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes

Sebenarnya diabetes atau kencing manis bukahlah hal yang  menakutkan jika diketahui di awal perjalanan penyakit. Dengan mengetahui faktor resiko dan komplikasi yang dapat terjadi (kebiasaan pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, kegemukan, tekanan darah tinggi atau kolestrol tinggi) penyakit ini dapat dicegah dan dikendalikan.

Kesulitan yang sering muncul untuk mendiganosis adalah kadang gejala kencing manis tidak disadari oleh penderita sendiri. Mengenal tanda awal penyakit diabetes dan bagaimana mengelola penyakit tersebut merupakan langkah awal untuk hidup sehat dan bahagia.

Penyakit diabetes tipe 2 merupakan penyakit degeneratif, yang artinya seiring bertambahnya usia akan semakin bertambah pula resiko terkena diabetes.

Yang perlu diwaspadai pada penderita diabetes adalah komplikasinya. Komplikasi timbul bila gula darah tidak terkendali dalam jangka waktu yang lama. Jika komplikasi sudah muncul penyembuhan akan sulit dikendalikan karena biasanya kerusakan terjadi secara menetap.

Oleh karena itu pencegahan dini dari komplikasi diabates akan sangat bermanfaat untuk menghindari berbagai hal yang menghawatirkan.

Tindakan pertama yang harus diketahui adalah pengetahuan bagi penderita (diabetisi), yang bertujuan untuk merubah perilaku guna meningkatkan pemahaman tentang penyakit yang dideritanya. Pengetahuan ini dapat diperoleh saat berkonsultasi ke dokter, ahli gizi, mengikuti seminar awam dan menjadi anggota PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) dimana sesama anggota dapat saling bertukar informasi tentang diabetes.

Perencanaan makan dapat pula membantu seorang diabetisi memperbaiki kebiasaan makan sehingga didapatkan gizi yang baik untuk pengendalian gula darah, tekanan darah serta lemak. Sebaiknya diabetisi konsultasi ke ahli gizi untuk menentukan perencanaan makan dengan menentukan tujuan yang harus dicapai.

Olahraga tidak kalah penting bagi seorang diabetisi untuk mengatur kadar gula darah, menurunkan berat badan dan kadar lemak dalam tubuh. Pada saat berolahraga, resistensi insulin (yang merupaka penyebab terbanyak dari diabetes) akan berkurang dan sensitivitas insulin meningkat. Seorang diabetisi disarankan untuk olahraga teratur minimal 3 kali per minggu dengan intensitas ringan atau sedang, yang artinya saat olah raga detak jantung maksimal (Maximal Heart Rate) dapat dihitung yakni 220 – umur. Dilakukan 30 – 60 menit tiap kali olahraga, olahraga yang dapat dilakukan seperti berjalan, senam, joging, berenang dan bersepeda.

Pemilihan obat pada diabetisi disesuaikan dengan kondisi metaboliknya. Itu sebabnya harus terlebih dulu dikonsultasikan ke dokter obat apa yang tepat. Obat-obatan yang diminum (oral) atau kombinasi obat oral dengan cara kerja yang berbeda dan kombinasi dengan insulin (suntik).

Faktor kejiwaan sangat berperan untuk penderita diabetes, seringnya seseorang yang baru terkena diabetes berusaha menyangkal bahwa ia telah menderita penyakit tersebut. Banyak juga penderita yag merasa takut, marah, dan depresi menghadapi penyakit ini. Bersikap emosional menghadapi penyakit yang serius memang wajar, namun memahami masalah kejiwaan pada diri sendiri yang mungkin akan timbul dan tahu cara menghadapinya serta dapat mengelola diabetes akan merubah cara pandang seorang penderita dari rasa tidak berdaya menjadi percaya diri. Sehingga penderita bisa tetap sehat dan bahagia hidup bersama diabetes.

Disusun oleh: dr. Vita U.

Photo credit: diabeticlivingonline.in


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.