Lupus- The Great Imitator yang Menjadi Tantangan

lupus edited  Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang lebih dikenal dengan  penyakit  Lupus, merupakan kondisi inflamasi multisistem yang kronik,  rekuren, dan  berpotensi fatal. Lupus seringkali disebut sebagai “the great  imitator”, karena  rentang gejalanya yang menyerupai penyakit lain  sehingga sulit untuk  didiagnosis.

 Lupus terjadi akibat sistem imun yang  seharusnya berfungsi melindungi  tubuh  dengan memproduksi antibodi  protektif, justru berperan sebaliknya,  menghasilkan autoantibodi yang  menyerang jaringan pasien itu sendiri  (autoimun). Penyebab autoimun sampai saat ini masih belum diketahui  secara  jelas, namun faktor genetika, lingkungan, hormonal dan  imunoregulasi diduga berperan dalam proses ini.

Berdasarkan American college of Rheumatology, lupus didiagnosis berdasarkan beberapa kriteria yang meliputi adanya ruam malar pada wajah yang seringkali menyerupai bentuk kupu-kupu, adanya lesi diskoid, fotosensitivitas, ulkus pada daerah mulut, artritis pada lebih dari dua sendi, serositis berupa pleuritis atau perikarditis, gangguan ginjal, gangguan neurologis berupa kejang atau psikosis, gangguan darah, gangguan imunologis dengan ditemukannya anti dsDNA, anti Sm atau antibodi antifosfolipid dan adanya antibodi antinuklear yang abnormal.

Belum terdapat terapi yang benar-benar dapat menyembuhkan lupus, dan karena itulah penanganan menjadi suatu tantangan. Pengobatan imunosupresif adalah terapi utama dan cukup efektif yang biasa diberikan, namun sebagian besar obat-obatan tersebut dapat menyebabkan efek samping seperti risiko peningkatan infeksi, peningkatan tekanan darah, osteoporosis, rambut rontok dan diare. Untuk itu sangatlah penting berkonsultasi dengan ahli reumatologi. Meskipun kualitas hidup penderita lupus mengalami penurunan, namun terdapat hal-hal yang dapat membantu untuk mengontrol agar lupus tidak jatuh ke dalam kondisi yang lebih berat, yakni dengan menjalin hubungan baik antara dokter-pasien serta support dari keluarga, pengobatan yang baik dan teratur, berolahraga untuk menjaga agar persendian tetap fleksibel dan dapat mencegah penyakit jantung, serta menghindari paparan sinar matahari yang dapat mencetuskan lupus.


Categories: Penyakit Dalam

Comments

comments