7 Langkah Perawatan Lensa Kontak yang Wajib Ditaati

7 Langkah Perawatan Lensa Kontak yang Wajib Ditaati

Dewasa ini penggunaan lensa kontak menjadi semakin populer baik sebagai alat bantu penglihatan, maupun yang bersifat dekoratif. Penggunaan lensa kontak sendiri mulai dikenal tahun 1888 di Perancis. Dahulu, lensa kontak terbuat dari kaca, kemudian plastik, dan terakhir terbuat dari bahan yang bisa dilalui oleh gas oksigen. Penggunaan lensa kontak dianggap lebih praktis dibandingkan dengan kacamata, terutama dari segi penampilan. Sayangnya perawatan lensa kontak jauh lebih rumit di bandingkan perawatan kacamata. Tanpa perawatan yang benar, lensa kontak dapat menyebabkan iritasi kornea mata yang dapat menyebabkan kebutaan (achantamoebakeratitis). Nah, kira-kira langkah apa saja yang perlu kita perhatikan  selama penggunaan lensa kontak ?

 1. Pastikan kebersihan tangan

Tangan kita dipenuhi dengan bakteri, pastikan kita sudah mencuci tangan dengan baik sebelum memasang atau melepaskan lensa kontak. Gunakanlah sabun cuci tangan yang bening, tanpa lotion, dan jangan lupa untuk mengeringkan tangan setelahnya.

 

2. Bersihkan Tempat Menaruh Lensa

Higienitas yang buruk berhubungan dangan kontaminasi tempat penyimpanan lensa, berdasarkan penelitian yang di publikasikan di Optometry and Vision Science. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang tidak membersihkan dan mengeringkan tempat penyimpanan lensa kontak. Akibatnya, tempat penyimpanan lensa mengandung jumlah bakteri yang banyak. Untuk membersihkan tempat lensa, anda bisa menggunakan cairan pembersih lensa, gosok dengan jari yang bersih, dan bilas kembali dengan cairan pembersih kembali.  Kemudian keringkan dengan tisu, lalu posisikan terbalik diatas selembar tisu, sampai waktunya anda perlu menaruh lensa kontak didalamnya. Ganti kemasan setiap tiga bulan.

 

3. Gunakan Cairan Pembersih Lensa Selalu

Selalu gunakan cairan pembersih lensa yang baru. Jangan menambahkan cairan pembersih lensa ke cairan sebelumnya. Selain itu, jangan bersihkan lensa dengan menggunakan air biasa.  Kebiasaan kebiasaan tersebut berhubungan dengan kasus Acanthamoebakeratitis, infeksi kornea yang menyakitkan dan dan dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi ini disebabkan oleh menempelnya amoeba yang ada di dalam air. Pastikan anda membersihkan lensa kontak hanya dengan menggunakan cairan pembersih khusus.

 

4. Hindari Tidur Menggunakan Lensa Kontak

Tidur menggunakan lensa kontak dapat meningkatkan risiko infeksi mata hingga 10 kali. Meskipun hanya sesekali, sebaiknya hindari penggunaan lensa kontak.  Namun, dipasaran ada lensa kontak yang diperbolehkan digunakan saat tidur, untuk itu tanyakan kepada dokter anda apakah  lensa kontak yang diresepkan bisa digunakan saat tidur atau tidak.

5. Lepaskan  Lensa Kontak  Saat Mandi dan Berenang

Hindari mandi dengan menggunakan lensa kontak. Selain itu jangan lupa melepaskan lensa kontak pada saat berendam di air panas atau pergi berenang. Air biasa bisa mengandung mikroba yang dapat menyebabkan infeksi pada mata.

6. Ganti Lensa Kontak  Sesuai dengan Petunjuk

Lensa kontak memiliki petunjuk penggunaan apakah itu diganti secara harian, mingguan, bulanan, atau selama satu tahun. Lensa kontak yang dapat digunakan selama setahun adalah lensa kontak gas-permeable. Ikuti perintah penggantian sesuai dengan petunjuk.

7. Periksa  Rutin ke Dokter Mata

Meskipun mata anda terasa normal saat menggunakan lensa kontak secara terus menerus, sebaiknya anda tetap menjadwalkan pertemuan pemeriksaan dengan dokter mata. Seringkali masalah dimata ditemukan saat menjalani pemeriksaan rutin bersama dokter. Tidak perlu menunggu mata menjadi gatal, merah atau berair. Namun, jika sudah ada gejala seperti ini, segeralah konsultasikan ke klinik mata terdekat.


Categories: Kesehatan Mata

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.