Bosan Berkacamata? Yuk, Kenali LASIK Lebih Dekat!

Bosan Berkacamata? Yuk, Kenali LASIK Lebih Dekat!

Overview

 

Gangguan penglihatan karena kelainan refraksi dapat berupa  rabun jauh (miopia), rabun dekat (hypermetropia), silindris (astigmatisma) dan mata tua (presbiopia). Kesemua gangguan refraksi ini memerlukan alat bantu agar penderitanya bisa menjalani kehidupan dengan normal. Alat bantu yang paling lama dan umum digunakan adalah kacamata.

Sayangnya, pemakaian kacamata berlensa tebal kadang kala menganggu penampilan dan kenyamanan, misalnya ketika berolahraga. Seringnya aktivitas penderita gangguan refraksi sangat tergantung pada kacamata, padahal beraktivitas akan lebih bebas jika tidak menggunakannya. Banyak dari penderita gangguan refraksi yang beralih ke lensa kontak. Namun, penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang akan membuat mata kekurangan oksigen, membuat mata kering dan dapat menginfeksi serta mengiritasi mata.

Seiring perkembangan teknologi, koreksi untuk kelainan refraksi juga semakin bervariasi, selain kaca mata dan lensa kontak, saat ini juga populer penggunaan sinar laser untuk mengoreksi kelainan refraksi mata ini.

Sejak tahun 1980-an, para peneliti mengembangkan metode operasi yang dikenal dengan nama  Laser Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK). LASIK merupakan bedah refraktif dengan menggunakan sinar laser yang dapat merubah kelengkungan kornea, yang tujuannya untuk mengkoreksi berbagai kelainan refraksi dengan membuat permukaan sentral kornea menjadi lebih cekung atau cembung. Kelainan refraksi yang dapat dikoreksi yakni rabun jauh sampai – 13 Dioptri, rabun dekat + 4Dioptri, dan mata tua + 3 Dioptri.

Sebelum dilakukan operasi LASIK anda sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak satu bulan sebelumnya. Dan berikut ini merupakan syarat untuk dilakukan LASIK:

  • Pasien berumur 18 tahun
  • Tidak sedang hamil
  • Tidak memiliki penyakit autoimun
  • Tidak memiliki kencing manis
  • Ukuran kacamata tidak berubah dalam 1 tahun terakhir
  • Tidak memiliki riwayat infeksi mata dan mata kering

LASIK hampir tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Sebagian pasien yang menjalani tindakan ini hasilnya sangat memuaskan. Namun tetap saja ada kemungkinan yang dapat terjadi seperti kekurangan atau kelebihan koreksi dan kelainan refraksi yang mungkin muncul kembali. Selain itu, mungkin juga terjadi keluhan seperti  sensitivitas yang meningkat pada mata, dan rasa mengganjal selama proses penyembuhan.


Categories: Kesehatan Mata

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.