Bete dan Selalu Sedih Setiap Kali Akan Haidh? Bisa Jadi Anda Mengalami PMDD, PMS yang Lebih Parah

Bete dan Selalu Sedih Setiap Kali Akan Haidh? Bisa Jadi Anda Mengalami PMDD, PMS yang Lebih Parah

Istilah PMS atau Pre Menstrual Syndrome mungkin sudah sering kita dengar. PMS merupakan sekumpulan gejala yang terjadi akibat adanya perubahan hormon pada seorang wanita menjelang menstruasi. Gejala PMS yang biasa ditemukan antara lain adalah  nyeri perut, nyeri pada payudara, pegal-pegal, gangguan pencernaan dan mood swing seperti mudah tersinggung atau menjadi mudah menangis.

Nah, terkadang gejala  berupa gangguan mood ini bisa lebih parah. Pernahkah anda menemukan seorang wanita yang merasa sangat sedih menjelang menstruasi?

Bisa jadi, wanita tersebut telah mengalami kondisi yang disebut sebagai Premenstrual Disphoric Disorder (PMDD). Jika diartikan secara harfiah kedalam Bahasa Indonesia, PMDD berarti gangguan perasaan “tidak enak” yang terjadi sebelum periode menstruasi. Perasaan tidak enak ini dapat berupa rasa sedih, khawatir yang berlebihan, rasa tidak berdaya, mudah marah, dan sangat moody.

Disebut sebagai PMDD, bila gangguan kekacauan emosional ini sangat menonjol dan hingga mengganggu hubungan personal serta kehidupan pribadi. Pada kondisi yang berat tidak jarang kita bisa menemukan penderita PMDD yang mengalami insomnia, serangan panik, menangis tanpa sebab, hingga pikiran untuk melakukan bunuh diri.

Penyebab dari munculnya PMDD tidaklah jelas. Diduga, wanita yang mengalami PMDD sebelumnya sudah memiliki kerentanan psikis. Baik sebelumnya memiliki riwayat depresi, gangguan mood, atau memiliki keluarga dengan gangguan tersebut. Perubahan hormon yang terjadi kemudian memicu munculnya gangguan mood yang sudah ada sebelumnya.

Kabar baiknya adalah ternyata hal-hal yang dapat meredakan keluhan PMS, juga dapat meredakan PMDD. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan:

  • Olahraga Rutin

Olahraga dapat meningkatkan produksi serotonin, neurotransmitter pada otak yang bisa membantu menjaga mood seseorang. Olahraga sebaiknya  tidak hanya dilakukan saat gejala PMS muncul, namun dilakukan secara rutin selama 30 menit sehari, beberapa hari (3-5 kali) dalam seminggu.

  • Konsumsi Makanan yang Tinggi Vitamin B dan Karbohidrat Kompleks

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa konsomsi makanan yang tinggi thiamin (vit B1) seperti daging dan kacang-kacangan, serta makanan yang tinggi riboflavin (vit B2) seperti telur dan produk susu dapat menjaga kestabilan mood.

Selain itu konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum juga baik dalam menjaga mood. Hasil pemecahan karbohidrat kompleks akan menjaga kadar gula tetap tinggi dan mencegah seorang wanit untuk mengidamkan makanan manis seperti kue-kue atau coklat.

  • Menghindari makanan tertentu

Makanan asin dan mengandung tinggi garam sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan kembung. Selain itu makanan dan minuman yang mengandung kafein dan alkohol juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan mood menjadi lebih buruk.

  • Mengelola stress

Setiap wanita memiliki caranya sendiri dalam mengelola stress. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan yoga atau meditasi, menulis buku harian, pijat,  berjalan-jalan atau hanya mengobrol bersama teman kesayangan.

  • Konsumsi Suplemen

Suplemen yang ikut bisa mempertahankan mood anda antara lain adalah suplemen yang mengandung asam folat, magnesium, vitamin E,kalsium dan vitamin B6.

  • Obat Antidepressan

Pada gangguan mood yang berat dan telah mengganggu kehidupan sehari-hari, dokter akan meresepkan  obat antidepressan dari golongan SSRI seperti flouxetin, sertralin, atau alprazolam. Konsumsi obat-obat tersebut harus dilakukan dengan resep dan dibawah pengawasan dokter.


Categories: Kesehatan Wanita

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.