Keputihan Normal dan Abnormal, Bagaimana Membedakannya?

Keputihan Normal dan Abnormal, Bagaimana Membedakannya?

Ya, masalah yang satu ini pasti tidak asing lagi di kalangan kaum hawa. Bahkan banyak di antara mereka yang datang untuk berkonsultasi dengan dokter. Keputihan (vaginal discharge) dalam bahasa medis dikenal dengan istilah leucorrhea/fluor albus. Keputihan merupakan suatu keadaan keluarnya sekret (cairan) dari vagina.

Apakah setiap keputihan itu tidak normal? Bagaimana tanda-tanda keputihan yang harus diwaspadai? Check this out!

Dalam keadaan normal, sekret yang terdapat pada vagina berfungsi untuk “membersihkan” vagina dan melindunginya dari bakteri, jamur dan parasit jahat (patogen). Fungsi perlindungan ini didukung dengan adanya keasaman dan flora normal vagina. Beberapa jenis bakteri komensal (misalnya Lactobacilli, Streptococci, Corynebacteria, Candida, Actinomyces, dan sebagainya) tumbuh di dalam vagina sebagai flora normal yang mencegah berkembangnya infeksi patogen. Flora normal ini juga memfermentasikan glikogen yang terdapat dalam lapisan mukosa vagina untuk mempertahankan tingkat keasaman vagina.

Karakteristik sekret vagina juga dipengaruhi oleh siklus menstruasi. Menjelang fase ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) di mana terjadi peningkatan hormon estrogen, sekret vagina memiliki konsistensi yang lebih encer, warna lebih jernih, dan jumlah lebih banyak. Sedangkan menjelang fase menstruasi ditandai dengan sekret vagina yang lebih kental dan berwarna lebih pekat daripada saat ovulasi.

Selain faktor hormonal selama siklus menstruasi, sekret vagina juga dipengaruhi oleh faktor psikis, nutrisi, obat-obatan yang digunakan dan kehamilan.

Nah, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keputihan yang normal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berwarna putih jernih dan dapat berubah menjadi kekuningan saat mengering

  • Berbau khas, agak asam

  • Jumlah dan konsistensi berubah sesuai siklus menstruasi

Anda harus waspada bila keputihan yang Anda alami memiliki beberapa ciri-ciri berikut:

  • Keputihan berjumlah banyak, tidak tergantung siklus menstruasi

  • Berbau asam, amis atau busuk

  • Berwarna putih kekuningan, kental, seperti susu pecah

  • Berwarna putih keabuan atau kuning kehijauan

  • Disertai gatal, nyeri saat bersenggama, atau rasa panas terbakar saat buang air kecil

  • Disertai keluarnya darah dari vagina

  • Disertai kelainan kulit di sekitarnya

Segeralah berkonsultasi dengan dokter karena kemungkinan besar Anda mengalami keputihan yang abnormal, agar dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberikan terapi yang tepat untuk Anda.

Disusun oleh: dr. Wang Erna


Categories: Kesehatan Wanita

Comments

comments