Mari Kenali Menopause Agar Tidak Kaget Saat Menghadapinya

Mari Kenali Menopause Agar Tidak Kaget Saat Menghadapinya

Salah satu bagian dari siklus kehidupan seorang wanita yang tidak mungkin dihindari adalah menopause. Aktivitas hormon yang sudah menurun akana menimbulkan kondisi ini. Karena pasti terjadi, mau tidak mau, kita perlu menyiapkan diri menghadapinya. Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah menambah pengetahuan mengenai kondisi ini, agar apabila mulai muncul keluhan kesehatan karena ketidakseimbangan hormon kita tetap bisa bersikap tenang dan tidak panik.

Menopause umumnya terjadi pada usia 40-50an tahun. Rata-rata wanita di Amerika Serikat mulai mengalami menopause pada usia 51 tahun. Angka ini tidak jauh dengan hasil  penelitian di Indonesia, misalnya di Jawa Tengah, rerata usia menopause adalah 50, 69 tahun.

Menopause dianggap mulai terjadi sejak 12 bulan dari menstruasi terakhir yang dialami seorang wanita. Terhitung masa tersebut, siklus menstruasi dan kesuburan wanita dianggap berakhir.

Sebelum benar-benar mengalami menepouse, seorang wanita akan mengalami periode yang disebut dengan periode perimenopause. Waktu ini berkisar antara 1-5 tahun sebelum menopause benar-benar terjadi. Selama waktu tersebut, seorang wanita masih mengalami menstruasi walaupun jumlahnya sedikit.  Tubuh  juga akan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi karena berkurangnya produksi hormon.

Perubahan tersebut bisa ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, baik memendek atau memanjang dengan jumlah darah mensturasi yang lebih sedikit, bahkan bisa tidak mendapat menstruasi sama sekali. Gejala lain yang dapat muncul ketika masa premenopause yakni sensasi panas dalam  yang dapat berlangsung lama terutama pada malam hari, sering disebut hot flushes.

Pada masa premenopause seorang wanita juga sering kali mengalami gangguan tidur, baik kesulitan jatuh tidur (insomnia) maupun tidur yang kurang nyenyak. Keluhan ini kadang-kadang akan menganggu mood pada saat beraktivitas, serta menurunkan konsentrasi dan daya ingat.

Penurunan jumlah hormon juga ternyata bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai saat memasuki masa menopause:

  • Penyakit Jantung

Hormon estrogen dikenal sebagai hormon yang memberikan perlindungan pada jantung, karena hormon ini salah satunya berkerja untuk mengikat lemak dalam darah. Apabila kadarnya turun akan menyebabkan kecenderungan meningkatnya kadar lemak dalam darah dan tekanan darah yang memicu resiko penyakit jantung. Oleh karena itu, wanita premenopause diharapkan mulai menerapkan gaya hidup sehat untuk menghindari masalah pada jantung.

(Baca juga: Yuk! Diet untuk Jantung Sehat)

  • Osteoporosis

Hormon estrogen juga berperan mengatur regenerasi tulang, pada saat menopause tulang akan cenderung lemah dan mudah keropos. Penanganannya dengan mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang dan cukup kalsium serta vitamin D untuk memperpadat dan memperkuat tulang.

34-meno-symptoms-img1

Beberapa keluhan yang muncul menjelang menopause (sumber: 34menopausesymtomps.com)

Dalam penelitian yang melibatkan 1000 responden di Jawa Tengah, keluhan menopause terbanyak yang dirasakan oleh responden adalah:

  • nyeri pada persendian dan otot (76,7%),
  • gangguan seksual (75,1%)
  • gangguan tidur (72,7%)
  • kelelahan fisik dan mental (72,2%)
  • gangguan berkemih (64,8%)
  • keluhan vagina kering (57,8%)
  • keluhan vasomotor (51,5%), misalnya jadi banyak berkeringat
  • iritabel (30,2%),
  • gangguan kardiovaskular (26,3%)
  • depresi (22,0%).

Beberapa usaha yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir keluhan saat menopause adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang memicu sensasi panas atau hot flushes seperti makan pedas, minuman beralkohol, dan minuman kafein.

Untuk meningkatkan kualitas tidur dan daya ingat, seorang wanita premenopause diharapkan mau melakukan olahraga ringan (jalan santai, berjalan, berenang) teratur selama minimal 30 menit setiap harinya. Selain itu, jangan lupa untuk lakukan kegiatan-kegiatan yang memicu konsentrasi seperti membaca, yoga, berkebun, dan aktif dalam kegiatan sosial.

Jika keluhan pada masa premenopause terasa sangat mengganggu hingga menghalangi anda beraktivitas, terapi hormonal dapat menjadi alternatif untuk mengurangi gejala yang timbul. Berkonsultasilah kepada dokter anda, apakah anda perlu menggunakan terapi hormon. Pernggunaan terapi hormon untuk menopause perlu mendapat pengawasan dokter karena dapat memberikan efek samping yang berbahaya.

Satu hal yang perlu diingat oleh para wanita adalah masa menopause merupakan masa yang dalam kehidupan wanita normal. Seluruh wanita dengan kondisi reproduksi yang sehat akan mengalaminya.  Selalu bersikap positif dan tenang dapat membantu anda melewati peiode ini dengan baik.

 

 

 

 


Categories: Kesehatan Wanita, Penuaan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.