Mitos dan Fakta Asma

Mitos dan Fakta Asma

Berikut ini adalah sejumlah mitos dan fakta asma yang sering kita temukan di masyarakat, yuk kita cek satu-satu kebenarannya!

Asma pada anak akan menghilang saat dewasa

Mitos: Hampir 50% pasien yang mengalami asma pada usia 2-10 tahun melaporkan perbaikan gejala saat dewasa. Hal ini mungkin disebabkan oleh seiring pertumbuhan anak menjadi lebih tinggi sehingga saluran napas bagian bronkus juga tumbuh semakin panjang. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar, penelitian terbaru menyebutkan bahwa 40% asma pada usia anak masih dapat menunjukkan gejala hingga usia remaja dan dewasa. Gejala seringkali muncul sejak usia 30 tahun-an dan dipicu oleh kebiasaan merokok, infeksi pernafasan atau karena menghirup bahan alergen.

Marah dapat memicu asma

Fakta : Yap, hal ini benar adanya! Marah dapat menyebabkan penderita asma bernafas lebih cepat dan memicu asma. Tidak hanya marah, emosi berlebihan lain seperti tertawa, menangis, berteriak serta stress juga dapat memicu asma.

Orang asma tidak boleh berolahraga

Mitos : Setiap orang tentu membutuhkan olahraga untuk menjaga kesehatan, juga termasuk orang asma. Olahraga baik untuk memperkuat otot pernapasan dan melatih tubuh untuk mentoleransi beban berat. Olahraga boleh dilakukan pada  kondisi asma yang terkontrol.  Untuk membantu mengontrol asma, dokter dapat meresepkan obat pengontrol asma jangka panjang dan obat asma inhaler. Tips lain untuk mencegah asma kambuh adalah dengan melakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga. Olahraga sebaiknya dihindari pada saat udara sedang berdebu dan apabila anda sedang sakit.

Asma berhubungan dengan alergi 

Fakta:  Alergi dapat memicu kambuhnya asma pada setengah populasi penderita  asma . Gejala dapat muncul setelah menghirup beberapa bahan alergen seperti debu, tungau, dan serbuk sari. Beberapa bahan yang tidak menyebabkan alergi juga dapat memicu asma, yaitu bahan yang mengiritasi saluran nafas seperti asap rokok, semprotan pewangi, dan asap kendaraan.

Berenang dapat menjadi terapi asma

Mitos: Dikutip dari asthmaaustralia.org.au, berenang memang memiliki efek yanga baik untuk kebugaran jantung dan paru-paru, namun efeknya dalam menyembukan asma belum terbukti. Dibutuhkan riset lebih banyak mengenai hal ini.

Penderita asma lebih banyak yang gemuk

Fakta: Penelitian menyebutkan bahwa 12% pasien asma memiliki kecenderungan menjadi gemuk. Kemungkinan, gangguan pernapasan menyebabkan seseorang menjadi malas bergerak. Para peneliti juga meneliti hubungan antara kegemukan yang sudah ada sebelumnya terhadap asma, diperkirakan kelebihan lemak dapat memicu proses inflamasi, termasuk diantaranya pada paru-paru.

Sering ke pantai dapat menyembuhkan asma

Mitos: Berkunjung ke pantai memang membuat kebanyakan penderita asma menjadi lebih nyaman, namun tidak menyembuhkan. Perasaan nyaman yang dirasakan bisa disebabkan oleh udara yang bersih, suhu udara yang tidak dingin dan juga karena lebih tingginya kadar oksigen di pantai jika dibandingkan di pegunungan. Udara di pegunungan juga sebenarnya bebas dari polusi, namun cuaca yang digin pada beberapa orang justru dapat memicu asma.


Comments

comments