Mengenal Salbutamol, Obat Pelega Asma

Mengenal Salbutamol, Obat Pelega Asma

Overview

Salbutamol merupakan salah saru obat yang diindikasikan untuk meringankan gejala asma yang sering timbul secara tiba-tiba. Obat ini sering disebut sebagai bronkodilator karena dapat melebarkan saluran udara pada paru-paru. Obat ini berkeja dengan cara melemaskan otot – otot  disekitar saluran pernapasan yangmenyempit sehingga udara dapat mengalir lebih lancar menuju paru-paru.

Nah untuk mengenal lebih lanjut mengenai obat ini, silahkan membaca beberapa hal – hal penting mengenai obat ini:

Mekanisme kerja

Salbutamol termasuk dalam golongan obat  Agonis Reseptor Beta-2 Adrenergik. Golongan bat ini merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan penyakit asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik. Bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-2 adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta-2 adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-2 adrenergik.

Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam. Bronkodilator yang lebih baru memiliki efek yang lebih panjang, tetapi karena mula kerjanya lebih lambat, maka obat ini lebih banyak digunakan untuk mencegah serangan.

Bronkodilator tersedia dalam bentuk tablet, suntikan atau inhaler (obat yang dihirup) dan sangat efektif. Penghirupan bronkodilator akan mengendapkan obat langsung di dalam saluran udara, sehingga mula kerjanya cepat, tetapi tidak dapat menjangkau saluran udara yang mengalami penyumbatan berat.

Indikasi

Kejang bronkus pada semua jenis asma bronchial, bronchitis  kronis dan emfisema.

Kontrindikasi

Penderita yang hipersensitif terhadap obat ini

 

Efek samping 

Pada dosis yang dianjurkan, tidak ditemukan adanya efek samping yang serius. Pada pemakaian dosis besar dapat menyebabkan tremor halis pada otot skelet biasanya pada tangan), palpitasi, kejang otot, takikardia, sakit kepala dan ketegangan. efek ini terjadi pada semua perangsangan adrenoreseptor beta. Vasodilator perifer, gugup, hiperaktif, epitaksis (mimisan), susah tidur.

 

Peringatan dan perhatian

Ada beberapa hal yang anda sekalian perlu perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, anatra lain :

  • Hati-hati bila diberikan pada penderita thyrotoxicosis, hipertensi, gangguan kardiovaskuler, hipertiroid dan diabetes melitus.
  • Meskipun tidak terdapat bukti teratogenitas sebaiknya penggunaaan salbutamol selama kehamilan trimester pertama, hanya jika benar-benar diperlukan.
  • Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui karena kemungkinan diekskresi melalui air susu.
  • Hati-hati penggunaan pada anak kurang dari 2 tahun karena keamanannya belum diketahui dengan pasti.
  • Pemberian intravena pada pasien diabetik, perlu dimonitor kadar gula darah.

Interaksi dengan obat lain

Efek salbutamol dihambat oleh β2 antagonis , pemberian bersamaan dengan MAO dpat menimbulkan hipertensi berat. Salbutamol dan obat-obatan β bloker non selektif seperti propanolol tidak dapat diberikan bersamaan.

Dosis

Dewasa diatas 12 tahun 2-4 mg3-4 kali sehari. Dosis dapat dinaikkan secara berangsur. Untuk lansia diberikan dosis awal yang lebih rendah. Anak-anak, umur 2-6 tahun 1-2 mg 3-4 kali sehari. 6-12 tahun 2 mg 3-4 kali sehari.

Untuk sediaan inhaler atau hirup. Penentuan dosis salbutamol bergantung dari tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan dari pasein. Untuk sekali hirup biasanya dosis salbutamol adalah 100 mikrogram dan penggunaan maksimalnya adalah delapan kali hirup perhari.

Intuk anak-anak diatas 12 tahun dan dewasa 1-2 kali hirup. Dan utnuk anak – anak dibawah umur 12 tahun 1 kali hirup.

Untuk memanfaatkan efek pengobatan dari salbotamol. Anda dianjutkan untuk segera berhenti merokok bagi perokok. Karena rokok dapat memicu iritasi pada paru – paru dan dapat memperburuk kondisi asma serta gangguan pernapasan lainnya.

 

Efek samping

Semua obat emiliki efek samping, tak terkecuali salbutamol ini. Beberapa efek samping yang umum terjadi sat mengonsumsi obat ini antara lain : sakit kepala, keram oto, bertambahnya detang jantung serta cepat, iritasi atau rasa kering pada bagian mulur serta tenggorokan. Segera hentikan penggunaan obat dan temui dokter jika anda mengalami efek samping yang meliputi penurunan tekanan darah, pingsan serta gejala sesak nafas yang tak kunjung berkurang.

 

(Baca juga: Mitos dan Fakta Asma)

 

 


Categories: Obat-Obatan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.