Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Diare

Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Diare

Diare merupakan problem yang sering ditemu pada musim hujan maupun musim pancaroba. Fokus utama penanganan diare adalah mencegah seseorang jatuh pada kondisi dehidrasi yang dapat mengancam nyawa. Setelah itu baru diikuti oleh penatalaksanaan dengan menggunakan obat-obatan dan pengaturan makananan.

Pengaturan makanan saat sedang diare merupakan topik yang sering ditanyakan oleh pasien di ruangan dokter. Berikut ini adalah ulasan yang dapat membantu anda mengenali makanan apa saja yang dianjurkan dikonsumsi pada saat diare. Jika masih ada yang membuat anda ragu, jangan lupa menanyakan hal tersebut pada dokter anda ya!

Peter Higgins, MD, PhD, seorang asisten profesor di bidang gastroenterology dari University of Michigan Health System, menyatakan bahwa makanan yang sederhana dan tidak banyak mengandung bumbu-bumbuan merupakan pilihan yang baik untuk dikonsumsi saat diare, terutama dalam 24 jam pertama. Diet yang dianjurkan pada saat diare dikenal dengan akronim BRAT yaitu: Banana (pisang), Rice (nasi putih), Apple sauce (saus apel), dan Toast (roti panggang).

Pisang merupakan  makanan yang dianjurkan karena banyak mengandung kalium dan mudah diserap. Kalium merupakan elektrolit yang sering hilang pada saat diare, terutama yang disertai dengan muntah. Daging buah pisang yang padat  juga akan membantu menjadikan feses lebih padat.

Nasi atau roti merupakan makanan yang mudah dicerna dan mengandung karbohidrat yang penting guna menyuplai energi pada saat seseorang terkena diare. Nasi atau roti ini juga boleh diganti dengan sumber karbohidrat lain yang dianjurkan seperti pasta, oatmeal, atau biskuit.

Applesauce merupakan makanan yang umum dikonsumsi di luar negeri, namun jarang ditemui di Indonesia. Anda boleh menggantinya dengan buah apel biasa, jus apel, atau selai apel. Kandungan pektin pada buah apel bermanfaat untuk menjadikan feses lebih keras dan padat.

Diluar akronim BRAT tadi, ada beberapa jenis makanan yang juga disarankan, antara lain untuk sayuran, yang dianjurkan adalah sayuran rendah serat, seperti wortel, kentang dan juga seledri. Hindari sayuran tinggi serat seperti  bayam, jagung dan brokoli.

Sementara untuk lauk sebagai sumber protein, makanan yang dianjurkan antara lain adalah  kacang, telur, tofu atau tahu. Ayam dan ikan diperbolehkan, asal tidak digoreng. Sajian rebusan merupakan yang paling dianjurkan. Pada saat diare, anda disarankan untuk menghindari makanan yang berlemak terlebih dahulu, untuk itu pada saat memasak ayam, sebaiknya anda menyingkirkan kulitnya terlebih dahulu, atau pada saat memasak ikan, jangan di makan bersama kepalanya.

Untuk minuman, terdapat dua jenis minuman yang dianjurkan, antara lain teh dan yoghurt. Teh dapat membantu “menangkan” saluran pencernaan dengan memperlambat gerakan peristaltik usus yang biasanya meningkat pada saat diare. Yoghurt merupakan minumakan yang kaya akan probiotik yang menurut penelitian dapat membantu mempercepat durasi diare. Bakteri baik dalam probiotik akan menurunkan PH usus, menyebabkan kompetisi perlekatan dengan kuman pathogen, memperbaiki fungsi imun, dan menyuplai nutrisi protektif seperti arginin, glutamin, dan asam lemak rantai pendek.

Konsumsi diet  dengan pembatasan seperti ini sebaiknya hanya dilakukan selama 1-2 hari saja. Diet ini tidak mengandung zat gizi yang lengkap dan sehat. Setelah 24-48 jam, anda seharusnya sudah bisa mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, termasuk  buah dan sayur-sayuran.Makanan yang beragam akan menjamin terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang penting bagi proses penyembuhan anda.

Selanjutnya, informasi makanan yang sebaiknya dihindari pada saat diare dapat dibaca pada artikel berikut ini: Makanan yang harus dihindari saat diare

 Disusun oleh: dr. Nurdita Kartika


Categories: Pencernaan

Comments

comments