Umur Tubuh VS Umur KTP

Umur Tubuh VS Umur KTP

Jika membicarakan masalah umur, kita memiliki beberapa definisi yang berbeda. Sebut saja kita memiliki istilah umur kronologis, umur biologis, dan umur psikologis.

Umur yang tertera di KTP atau disebut juga umur kronologis adalah usia kita sesuai dengan bilangan bulan dan tahun yang telah kita lalui.

Umur tubuh atau umur biologis adalah ukuran seberapa baik atau seberapa buruk fungsi  organ tubuh kita dibandingkan dengan umur kita sebenarnya. Perhitungan ini belum memiliki dasar  ilmiah pasti. Beberapa peneliti menggunakan standar perhitungan denyut jantung saat istirahat, tekanan darah, kemampuan penglihatan  juga penilaian subjektif seperti kekuatan otot dan mobilitas.  Sementara peneliti lain menggunakan parameter-parameter biologis yang lebih akurat seperti  pengaturan barorefleks denyut jantung, konsentrasi prostasiklin dalam fibroblast, viskositas membran sel, elektroretinogram, konsentrasi limfosit dan leukosit, epitel mukosa pipi, dan kapasitas vital paru.

Kita juga metangenal istilah untuk umur psikologis untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang. Selain itu, ada pula istilah umur  fungsional untuk menggambarkan apakah seseorang masih bisa bekerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Umur kronologis terkadang tidak sesuai dengan parameter umur lainnya. Sudah tua, tapi kekanak-kanakan. Sudah tua, tapi awet muda. Sudah tua, tapi bisa ikut lomba marathon.  Atau sebaliknya,muda kok sudah berkerut? Masih muda kok cepat loyo? Masih muda kok sering lupa?

Kondisi ini menunjukkan bahwa  aging atau penuaan tidak selalu terjadi secara selaras.  Beberapa orang mengalami penuaan lebih cepat dari seharusnya. Sementara sebagian orang lain, berhasil mempertahankan fungsi tubuh nya lebih lama dibandingkan orang lain.

Setidaknya ada beberapa parameter yang mempengaruhi  umur tubuh atau vitalitas kita, antara lain:

  • Kondisi tubuh apakah obesitas, normal, atau malah underweight
  • Kebiasaan olahraga
  • Hasil pemeriksaan kesehatan umum (tekanan darah, gula darah, dan kolesterol)
  • Kebiasaan makan
  • Kualitas tidur
  • Konsumsi rokok dan alkohol
  • Stress & kesehatan mental kita

Parameter ini mungkin sudah sering kita dengar, sehingga terkadang dianggap angin lalu. Tapi hal ini menjadi menarik jika dikuantifikasikan  dalam parameter umur tubuh vs umur KTP.

Dengan menggunakan  vitality age calculator , sebut saja bapak A (83kg/175cm)  yang saat ini berusia 50 tahun, memiliki kebiasaan berolahraga ringan dan makan biasa dan tidak mengalami stress.  Namun, dengan kebiasaannya  minum alkohol, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi, ternyata usia tubuhnya saat ini adalah 63 tahun, atau 13 tahun lebih tua dari usia KTP-nya.

Sementara percobaan lain, seorang wanita berusia 30 tahun dengan berat badan dan tinggi ideal, memilki kebiasaan berolahraga dengan intesitas sedang 4 kali seminggu. Ia juga mengkonsumsi makanan yang baik dan minum alkohol sesekali. Ternyata setelah dihitung ia  memiliki usia tubuh yang sama dengan usia kronologisnya, yaitu 30 tahun. Namun seandainya  parameter berolaharaga dihilangkan, usia tubuh menjadi lebih tua, yaitu 32 tahun. Apalagi jika ditambah kebiasaan merokok dan frekuensi minum alkohol dinaikkan, usia tubuh menjadi semakin tua, yaitu 35 tahun. Jika ditambahkan parameter stress seperti berada dalam kemacetan terus menerus juga dapat menambah usia biologis menjadi 2-3 tahun lebih tua.

Adakah yang bisa lebih muda?   Ternyata saat menggunakan program ini, mantan atlet Inggris Lord Sebastian Coe yang saat ini berusia 57 memiliki vitalitas  layaknya orang berusia 54 tahun dan  atlet Jessica Ennis yang berusia 27 tahun, memiliki vitalitas seperti 24 tahun.

Penelitian oleh Pruhealth di Inggris menemukan bahwa faktor yang paling mempengaruhi penuaan usia tubuh adalah karena jarang beraktivitas (sedentary activity)  dan kelebihan berat badan (overweight). Hampir 2/3 responden merasa tubuhnya sehat, padahal sebenarnya memiliki faktor risiko terhadap penyakit yang mematikan.  Karena tidak menyadari kalau  memiliki faktor risiko,  orang-orang ini tidak menjalankan gaya hidup sehat yang mampu menghindarkan dari penyakit seperti serangan jantung, stroke, atau diabetes.

(Baca Juga: Mengenal Penyakit Pembunuh Nomer Satu di Dunia)

Kebiasaan baik yang telah lama diketahui mampu menambah usia harapan hidup antara lain adalah berhenti merokok, memperbanyak konsumsi sayuran dan buah, mengontrol tekanan darah, kolesterol & kadar gula serta  berolahraga.

(Baca Juga: Sudah Cukupkah Aktivitas Fisik Anda?)

Penelitian di Swedia sudah menunjukkan bahwa dengan memulai olahraga, bahkan di usia yang sudah 50 tahun, tetap memberikan manfaat dan menjadikan seseorang panjang umur.

Jika anda penasaran mencoba menghitung umur tubuh anda, anda bisa mencobanya di situs-situs berikut ini:

http://www.biological-age.com/index.html

Baca Juga:

Hara Hachi Bu, Rahasia Panjang Umur dari Okinawa

7 Makanan Untuk Hidup Sehat dan Awet Muda


Categories: Penuaan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.