Berpuasa Saat Hamil? Perhatikan Hal-hal Berikut

Berpuasa Saat Hamil? Perhatikan Hal-hal Berikut

Sehatmagz – Perempuan hamil, utamanya yang menjalani kehamilan pertama, kadang bertanya-tanya tentang aman tidaknya menjalankan ibadah puasa. Sebenarnya jika kondisi ibu dan bayi sehat, puasa dalam keadaan hamil bisa dilakukan.

Berikut ini penjelasan medis terkait puasa saat hamil yang perlu anda ketaui:

1.Perhatikan lingkar pinggang

Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, SpGK, dokter gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjelaskan ibu hamil aman berpuasa asalkan kebutuhan gizi dan nutrisi cukup serta memiliki cadangan energi di tubuh. Untuk itu ia menyarankan agar ibu hamil mengukur lingkar lengannya terlebih dahulu.

Pengukuran lingkar lengan dibutuhkan untuk mengetahui cadangan energi dalam bentuk lemak yang ada di tubuh. Dijelaskan dr Saptawati, jika ukuran lingkar lengan di atas 23-23,5 cm tandanya ibu hamil punya cadangan energi, sehingga ada indikasi aman berpuasa. Meski demikian, perlu konsultasi pada dokter kandungan untuk lebih memastikan.

2.Disarankan di trimester kedua

dr Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan bahwa ibu boleh-boleh saja berpuasa. Asalkan kehamilan dinyatakan normal dan perkembangan bayi selama kontrol baik, tentu puasa tidak dilarang. Namun sebaiknya yang melakukan puasa adalah ibu yang usia kehamilannya sudah memasuki trimester II, yakni kehamilan 14-27 minggu.

Menurutnya, trimester II adalah trimester termudah untuk melakukan puasa. Mual muntah sudah mulai mereda dan kondisi fisik ibu seringkali sudah beradaptasi terhadap kehamilan dengan baik.

Pada trimester I, mual dan muntah masih sering terjadi. Hampir 50 hingga 90 persen kehamilan di trimester I mengalami mual dan muntah yang ebat. Jika memaksakan puasa, kondisi fisik ibu hamil akan menurun bahkan berat badan dapat berkurang drastis.

Sementara trimester III merupakan fase pertumbuhan janin paling cepat. Ibu hamil juga sudah memasuki fase persiapan persalinan yang mana membutuhkan kadar gizi dan nutrisi dari makanan yang besar. Namun sekali lagi, konsultasikan langsung pada dokter kandungan untuk memastikan keamanan ibu hamil berpuasa.

3.Kondisi seperti ini tidak disarankan puasa

dr Yasin Yanuar, SpOG, MSc dari RSPI Pondok Indah dalam artikelnya memaparkan kondisi ibu hamil yang membuatnya tidak dapat berpuasa, yaitu:

  • Hipermesis gravidarum
  • Perdarahan
  • Kontraksi atau ancaman persalinan prematur
  • Hamil kembar (risiko kehamilan meningkat)
  • Berbagai penyakit penyerta: hipertensi, preeeklampsia, diabetes, asma, dan lain-lain
  • Kondisi lain atas perintah dokter

4.Kebutuhan ibu hamil

dr Yassin menjelaskan secara kasar, asupan kalori ibu hamil yang diperlukan sekitar 2.100-2.500 kal per hari. Perhatikan pula berat badan ibu hamil.

“Perlu diingat, berat badan ibu hamil perlu bertambah sekitar 0,3-0,5 kg per minggu. Apabila berat badan tetap atau bahkan berkurang, sebaiknya puasa dihentikan,” ucap dr Yassin.

Ibu hamil sangat dianjurkan melakukan pola makan seimbang dengan sedikit lebih banyak protein untuk cadangan energi, seperti dikutip dari health.detik.com. Selain mengonsumsi lebih banyak protein, kebutuhan serat juga harus terpenuhi dengan mengonsumsi sayur dan buah.

Kebutuhan cairan juga jangan diremehkan. dr Yassin menyarankan asupan cairan sebanyak 2-2,5 liter per hari. Trik memenuhi kebutuhan cairan ini adalah dengan minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 2 gelas setelah tarawih, dan 2 gelas menjelang tidur.

5.Waspadai tanda bahaya

dr Ridwan SpOG dari RSIA Kemang Medical Care juga sependapat ibu hamil bisa berpuasa jika memang kondisi dirinya dan janinnya dalam keadaan sehat. Namun dalam artikelnya, dr Ridwan mewanti-wanti agar ibu hamil memerhatikan beberapa tanda bahaya.

Jika berat badan ibu hamil turun atau tidak naik sesuai dengan yang seharusnya, merasa sangat haus namun jarang berkemih, atau berkemih dengan warna urine yang gelap dan berbau, serta mual dan muntah berlebihan, maka sebaiknya menghubungi dokter.

“Pusing disertai keringat dingin, seperti mau pingsan, merasa sangat lemah walaupun sudah cukup istirahat, sebaiknya membatalkan puasa dan segera minumair yang mengandung gula dan garam atau cairan rehidrasi oral lainnya,” pesan dr Ridwan.

Hati-hati pula jika terjadi perubahan yang drastis pada gerakan bayi atau gerakan bayi sangat sedikit. Jangan tunda pulang menghubungi dokter jika ibu hamil merasa seluruh perut mengeras disertai kram seperti haid berulang-ulang. “Dikhawatirkan tanda dari persalinan prematur,” ucap dr Ridwan.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.