Keluhan Pada Kehamilan yang Sering Membuat Ibu Hamil Merasa Malu

Keluhan Pada Kehamilan yang Sering Membuat Ibu Hamil Merasa Malu

Selama kehamilan, akibat berubuhanya susunan dan jumlah hormon, seorang wanita akan mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya. Perubahan ini hampir dialami oleh semua wanita hamil dalam derajat yang berbeda-beda. Tak jarang pada saat sedang berdiskusi dengan sesama wanita hamil, seseorang akan menemukan keluhan yang sama. Namun, ada kalanya seorang wanita enggan membicarakan keluhan yang ia alami karena merasa malu dan mengira dirinya saja yang mengalami keluhan tersebut. Padahal sebenarnya, ia tidak sendiri lo! Nah, kira-kira keluhan apa saja yang bisa terjadi pada wanita hamil dan sering menyebabkan ibu hamil merasa malu dan tidak PD?

Gas berlebih

Secara umum, semua wanita hamil akan merasakan keluhan banyaknya gas pada perutnya. Hal ini disebabkan oleh hormon selama kehamilan menyebabkan perlambatan gerakan pada saluran cerna.

Pada saat tidak hamil, misalnya ingin merasa kentut, kita bisa menahan diri dan baru melakukannya pada saat tidak ada orang. Namun pada saat hamil, seseorang juga akan mengalami kesulitan dalam menahan kentut atau sendawa. Sehingga ada saja kejadian dimana ibu hamil akan seolah bersendawa atau kentut “sembarangan”. Percayalah sebenarnya hal tersebut terjadi diluar kendali dari sang ibu sendiri. Banyak nya gas dan tekanan yang meningkat di dalam perut menyebabkan ibu hamil baru menyadari hal tersebut pada saat semuanya sudah terjadi.

Nah, kondisi ini ternyata bisa dihidari dengan berolahraga dan mengatur makanan. Olahraga akan meningkatkan kecepatan gerakan saluran pencernaan, sehingga makanan tidak terlalu lama didalam usus. Waktu yang lebih singkat ini dapat menghindari makanan terlalu lama di fermentasi didalam usus.

Mengatur makanan yang masuk juga bisa membantu. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang bisa menimbulkan gas di dalam perut. Makanan tersebut antara lain adalah buncis, brokoli, kol, buah yang dikeringkan serta minuman bersoda. Selain itu, susu juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada saat kehamilan dan menyebabkan ibu hamil sering buang angin.

(Baca juga: 7 Makanan yang Bisa Membuat Perut Terasa Kembung)

Mengompol

Kita mungkin pernah dengar cerita bahwa ada ibu hamil yang bersin dan akhirnya mengeluarkan air kencingnya. Kejadian ini dapat digolongkan sebagai stress inkontenensia. Stress inkontinenesia berarti keluarnya isi kandung kemih karena adanya tekanan (stress) pada bagian perut baik itu karena batuk, bersin, atau tertawa.

Pada saat bayi tumbuh besar, bisa dikatakan bahwa bayi sedang duduk di atas kandung kemih (tempat penampungan air kencing) di dalam perut ibu. Cara yang bisa dicoba agar ibu tidak perlu merasakan kebocoran kandung kemih adalah dengan mencoba mengosongkan kandung kemih setiap dua jam meskipun tidak merasa ingin berkemih.

Rambut Wajah

Selama kehamilan, aktivitas hormon yang meningkat dapat menyebabkan pertumbuhan rambut pada lokasi yang tidak diinginkan. Baik itu pada payudara, perut, dan wajah. Nah, sebenarnya pengaruh hormon juga akan terlihat pada rambut kepala. Namun efek yang ditimbulkan pada rambut kepala seringkali justru menyenangkan hati ibu karena rambut akan nampak lebih tebal dan berkilau.

Mencium Bau-Bauan

Selama kehamilan seorang wanita akan mengalami sensitivitas yang meningkat kepada bau-bauan. Baik itu pada bau makanan maupun bau badan. Beberapa ada yang menjadi tidak mau makan makanan laut ataupun ikan. Makanan ini menjadi lebih amis tercium pada ibu hamil.

Sensitivitas yang meningkat juga menyebabkan ibu hamil menjadi semakin senstif pada bau badan. Termasuk pada dirinya sendiri. Tak jarang ia bisa mencium bau-bauan dari sekresi vagina yang memang diproduksi semakin banyak pada saat kehamilan. Padahal jika ditanya kepada orang lain, tidak ada yang mencium bau tersebut. Hal ini semata disebabkan oleh penciuman ibu hamil yang menjadi lebih sensitif.

Ambeien

Ambeien atau hemoroid adalah masalah pada kehamilan lainnya yang sering muncul. Tidak banyak ibu hamil yang mau mengakui kalau dirinya mengalami ambeien selama kehamilan.

Hemoroid pada ibu hamil biasanya muncul bersamaan dengan keluhan konstipasi Kurangi risiko mengalami ambeien selama kehamilan dengan mengurangi keluhan konstipasi yang dirasakan. Minumlah air dalam jumlah yang mencukupi dan jangan lupa banyak konsumsi makanan yang mengandung serat.

Jika ibu hamil terlanjur mengalami ambeien, ia bisa menggunakan krim antiinflamasi pada lokasi nyeri. Hal ini aman digunakan selama kehamilan.

Jerawat

Jerawat merupakan masalah yang sering muncul pada trisemester pertama karena pengaruh peningkatan hormon progesteron. Perlu diperhatikan bahwa sejumlah pengobatan jerawat seperti asam retinoid, tidak boleh digunakan dalam kehamilan. Sementara produk yang terdiri dari bahan aktif asam salisilat, benzoyl peroksida dan asam azelaic masih dapat digunakan dalam jumlah kecil.

Isu hubungan suami istri

Kenaikan berat badan, serta berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh seringkali menyebabkan seseorang merasa tidak menarik lagi bagi pasangannya. Banyaknya sekresi vagina yang keluar juga menyebabkan seorang wanita hamil merasa tidak percaya diri. Mengetahui bahwa semua perubahan tersebut merupakan hal yang normal dan ia akan kembali secara semula seringkali membuat ibu merasa lebih percaya diri.


Categories: Hamil & Menyusui

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.