Kiat Sukses Menyapih Bayi Jika Waktunya Telah Tiba

Kiat Sukses Menyapih Bayi Jika Waktunya Telah Tiba

Menyapih adalah periode transisi memberhentikan menyusui dan mengalihkan sumber energi utama yang sebelumnya berasal dari ASI ke sumber makanan lainnya.

Menyapih sifatnya sangat personal, baik dari metode maupun kapan harus memulai menyapih. Karena bersifat personal, hampir semua ibu dan bayi memiliki cerita yang berbeda.

Menyapih merupakan proses bertahap yang membutuhkan kesabaran dan saling pengertian antara ibu, bayi, juga ayah serta dukungan dari lingkungan.

Kapan waktu yang tepat untuk menyapih adalah keputusan yang bersifat personal. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kondisi ibu yang harus bekerja, faktor kesehatan ibu dan bayi, atau semata karena merasa waktunya sudah tepat.

Kapan waktu yang tepat?

American Academy of Pediatric (AAP) atau asosiasi dokter anak Amerika merekomendasikan pemberian ASI hingga usia bayi 6 bulan. Setelahnya, direkomendasikan kombinasi pemberian makanan pendamping ASI hingga 1 tahun. Setelah 1 tahun, bayi sudah memungkinkan mendapatkan susu sapi.

Banyak ahli yang sepakat bahwa ASI dapat diteruskan selama dikehendaki ibu maupun bayinya. Banyak wanita yang memilih untuk menyapih anak setelah usia bayi menginjak satu tahun. Pada saat ini, bayi sudah mulai sibuk sendiri, baik itu belajar berjalan, bicara dan makan makanan padat. Secara alami bayi mulai tidak tertarik dengan kegiatan menyusui.

Ibu lain mungkin memutuskan untuk menyusui lebih dari satu tahun. Hal ini dikenal juga dengan istilah extended breastfeeding. Extended breasfeeding sendiri diperbolehkan dan sesuai dengan anjuran World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan ibu untuk menyusui hingga 2 tahun.

Meskipun ibu sudah memiliki ancang-ancang kapan akan menyapih anak, ibu tetap perlu memperhatikan apa yang dpikirkan oleh anak. Sebagian anak mungkin ada yang sudah siap lebih awal, sementara sebagian lain masih menginginkan menyusui meskipun seharusnya sudah waktunya untuk disapih. Ibu perlu mengamati apakah bayi sudah siap untuk disapih serta memberikan waktu yang cukup untuk bayi untuk menyiapkan dirinya.

Tanda bayi sudah siap disapih, antara lain:

  • Tampak tidak tertarik atau justru rewel saat disusui
  • Mudah teralihkan perhatiannya saat sedang menyusui
  • “bermain-main” dengan payudara ibu, misalnya menarik-narik atau menggigit-gigit puting iibu
  • Mengempeng ( hanya mengisap puting untuk menyamankan dan bukan untuk memperoleh ASI)

Pendekatan Menyapih

Menyapih sebaiknya dilakukan secara bertahap agar dapat memberikan ruang bagi ibu dan bayi untuk menyesuaikan diri, baik secara fisik maupun secara emosional.

Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi satu jadwal menyusui langsung setiap minggunya, dan menggantikan pemberian asi dengan menggunakan botol susu. Dengan menghentikan secara perlahan juga akan menghindari ibu mengalami pembengkakan (engorgment). Hal ini bisa dimulai dengan mengurangi jadwal menyusui di siang hari. Sementara menyusui di malam hari biasanya masih tetap dikerjakan untuk menjaga bonding dengan bayi.

Pengurangan jadwal menyusui juga bisa dilakukan dengan membatasi pemberian ASI saat dirumah saja. Saat sedang berpergian, berikan pengertian kepada bayi untuk tidak menyusu lagi. Alihkan perhatian bayi jika ia terus merengek meminta ASI. Bentuk pengalihan dapat berupa memberikan minuman lain, mengajak bermain atau menyanyi bersama.

Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan membiarkan anak sendiri yang mengambil peran lebih besar. Pada saat bayi mulai makan makanan padat tiga kali sehari (juga snack diantara waktu makan), bayi biasanya akan semakin sedikit menyusu. Karena semakin jarang disusui, jumlah produksi asi juga akan menurun.

Mempermudah Proses Transisi

Guna memperlancara proses menyapih, sejumlah kiat dan jurus ampuh perlu dikerjakan oleh ibu, ayah, dan lingkungannya. Beikut ini sejumlah kiat agar ibu bisa suskes menyapih bayi

  • Menyapih akan lebih mudah apabila anak juga mendapatkan susu dari sumber lain, untuk itu cobalah sesekali memberikan anak anda dengan menggunakan botol susu atau cupfeeder yang berisi ASI. Ibu juga bisa memberikan UHT atau jus yang bisa digunakan untuk mengalihkan keinginan bayi memperoleh ASI.
  • Jika bayi baru berusia kurang dari satu tahun, coba kenalkan botol atau cup pada jam biasanya bayi menyusu. Sementara pada anak yang lebih besar, coba tawarkan snack yang sehat, tawarkan air putih, jus, atau mungkin hanya pelukan.
  • Ajak anak bermain atau melakukan aktivitas lainnya pada saat jam biasanya ibu menyusui
  • Hindari tempat biasanya ibu menyusui, atau menggunakan baju yang sama dengan baju yang sering digunakan untuk menyusui.
  • Tunda menyapih jika anak sedang melakukan penyesuaian lain dalam hidupnya, misalnya sedang tumbuh gigi, atau baru masuk ke daycare yang baru
  • Cobalah mengganti rutinitas harian lain ibu, sehingga ibu tidak merasa terikat dengan jam menyusui
  • Minta ayah dan pengasuh untuk membantu menyediakan pengalihan perhatian pada anak di jam-jam biasanya ibu menyusui
  • Menghentikan menyusui di waktu malam biasanya merupakan bagian tersulit. Ibu bisa mempermudah hal ini dengan membuat bayi lebih mudah tertidur. Kiat yang bisa dicoba antara lain adalah membuat bayi lelah dengan banyak bermain, tidur denga perut yang kenyang, menyamankan bayi dengan mandi sebelum tidur.
  • Jika bayi mulai menunjukkan kebiasaan untuk menyamankan dirinya misal dengan mengisap jempol, atau jadi “lengket” dengan selimut kesayangan atau bantal kesayangan, sebaiknya ibu membiarkan hal ini. Bayi mungkin sedang berusaha untuk menyesuakan diri terhadapa perubahan emosional karena disapih.

Perasaan Ibu yang Campur Aduk

Ibu biasanya memulai menyapih dengan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, menyapih memberikan ibu lebih banyak kebebasan, serta perasaan bangga bahwa sang buah hati telah bisa memasuki fase perkembangan yang lebih baik. Di sisi lain, sebagian ibu merasa kehilangan momen menyusui sebagai momen bonding dengan sang buah hati. Pada saat anda melalui proses yang terasa tidak menyenangkan ini, percayalah bayi anda juga sedang mengalami penyesuaian yang sama. Namun ibu juga perlu mengingat bahwa setelah fase ini masih ada banyak cara lain untuk meningkatkan kedekatan dengan anak.

Semoga sukses menyapih ya, ma!


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.