Tanda Bahaya Selama Kehamilan Trisemester Pertama

Tanda Bahaya Selama Kehamilan Trisemester Pertama

Kebanyakan kehamilan akan berlangsung sehat dan lancar hingga sembilan bulan usia kehamilan. Namun selama prosesnya, masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Mengetahui tanda bahaya apa saja yang perlu diwaspadai dapat membantu seorang ibu hamil memiliki kehamilan yang sehat dan optimal. Berikut ini adalah beberapa tanda bahaya yang perlu menjadi perhatian ibu hamil pada trisemester pertama (usia kehamilan 0-12 minggu):

  1. Perdarahan dari Jalan Lahir

Perdarahan dari jalan lahir dapat berupa bercak spotting berwarna kecoklatan atau berupa darah merah segar. Spotting seringkali bukanlah tanda bahaya. Namun jika yang ditemukan adalah darah merah segar, hal ini bisa jadi merupakan tanda dari keguguran yang sedang terjadi. Terlebih jika perdarahan yang dirasakan bersamaan dengan nyeri perut diremas-remas seperti saat sedang menstruasi.

Sementara jika perdarahan yang muncul juga disertai dengan nyeri perut tajam di perut bagian bawah, hal ini mungkin tanda bahaya kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) yang terganggu. Kehamilan ektopik terjadi apabila embrio tidak menempel pada rahim, namun tempat lain, misalnya saluran tuba. Seiring dengan membesarnya embrio, tempat penempelan akan ikut membesar dan pecah jika tidak bisa mengimbangi besarnya embrio.

Dokter akan memeriksa lebih lanjut untuk memastikan perdarahan yang terjadi, apakah merupakan hal yang tidak berbahaya, atau justru bisa mengancam nyawa ibu maupun janin.

2. Mual dan Muntah yang Berlebihan

Mual dan muntah merupakan gejala yang biasa ditemui pada awal kehamilan. Perubahan hormon berupa peningkatan hormon progesteron dan HCG menjadi pemicunya. Namun jika mual muntah yang terjadi menyebabkan ibu sama sekali tidak bisa minum-makan, dehidrasi serta penurunan berat badan hingga 5% dari berat badan sebelum hamil, makan mual muntah yang terjadi sudah masuk dalam kondisi Hiperemesis Gravidarum (HEG), dan memerlukan perawatan lebih lanjut dari dokter.

3. Demam Tinggi

Demam hingga 38o C selama kehamilan dapat merupakan sebuah tanda bahaya adanya infeksi. Segera periksakan ke dokter untuk memastikan tidak ada infeksi bahaya seperti CMV, toksoplasma, ataupun virus lainnya yang mungkin menyebabkan kelainan bawaan pada bayi.

4. Discharge Vagina Disertai dengan Rasa Gatal

Selama kehamilan ibu hamil akan mengalami peningkatan sekresi vagina, dan hal ini merupakan hal yang normal. Namun cairan vagina yang berlebihan dan disertai dengan keluhan gatal, terasa panas dan terdapat perubahan warna menjadi kekuningan atau kehijauan, maka bisa jadi telah terjadi proses infeksi pada organ kewanitaan. Jika yang terjadi adalah infeksi, perawatan yang tepat dan cepat akan meminimalisir resiko bahaya. Namun jika dibiarkan, infeksi dapat menimbulkan risiko keguguran, atau persalinan prematur.

(Baca juga: Kenapa Wanita Hamil Sering Mengalami Keputihan?)

5. Nyeri Saat Buang Air

Nyeri pada saat buang air merupakan pertanda dari kemungkinan infeksi saluran kemih infeksi kandung kemih. Infeksi yang tidak diatasi segera dapat menyebabkan masalah yang lebih serius seperti keguguran, atau persalinan prematur.

6. Kambuhnya Penyakit Kronis

Seorang wanita yang sbeelumnya sudah memilki riwayat penyakit kronis seperti penyakit tiroid, diabetes, tekanan darah tinggi, asma, dan atau lupus perlu memperhatikan muncul tidaknya gejala penyakitnya selama kehamilan.

Misalnya saja, seorang wanita dengan riwayat masalah tiroid, jika kadar homon tiroid terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka akan meningkatkan risiko keguguran di awal kehamilan. Begitu pula dengan kadar gula, kadar gula yang terlalu tinggi akan meningkatkan risiko keguguran dan kelainan pada janin. Setiap tanda adanya gejala yang muncul memerlukan tindak lanjut yang serius untuk menanganinya agar tidak menimbulkan masalah pada kehamilan.

Meskipun ada beberapa tanda bahaya yang bisa muncul pada awal kehamilan, kebanyakan kehamilan berlangsung baik dan sehat. Ibu sebaiknya tetap menikmati kehamilannya dan menjalankan rutinitas yang akan bermanfaat bagi kesehatan kehamilannya. Misalnya saja tetap bersikap positif, tidak stress, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan tidak ketinggalan, mengkonsumsi vitamin kehamilan untuk suplementasi.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.