Tanda Kecukupan ASI & Keberhasilan Menyusui

Tanda Kecukupan ASI & Keberhasilan Menyusui

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. ASI mengandung nutrien lengkap yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bagi Anda yang sedang menyusui, tentunya sebagian besar di antara Anda tidak mengetahui dengan pasti berapa volume ASI yang telah dikonsumsi oleh bayi Anda. Pernahkah Anda pernah dilanda rasa was-was mengenai kecukupan ASI bagi bayi Anda? Apa saja tanda keberhasilan menyusui? Mari kita simak ulasan berikut.

Kenaikan berat badan

Salah satu tanda kecukupan ASI adalah kenaikan berat badan bayi Anda. Memang, segera setelah dilahirkan bayi akan mengalami penurunan berat badan, tetapi dalam 1-2 minggu kemudian bayi Anda akan kembali ke berat badan lahirnya. Berat badan bayi Anda bisa mencapai 2 kali lipat berat lahirnya pada usia 3-4 bulan, dan mencapai 3x lipat berat lahirnya pada usia 1 tahun. Setiap kali Anda melakukan kunjungan berkala di posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya, pastikan bayi Anda mengalami kenaikan berat badan sesuai Kartu Menuju Sehat (KMS).

Frekuensi menyusu

Bayi baru lahir menyusu dengan frekuensi 8-12 kali perhari atau setiap 2-3 jam sekali. Semakin sering bayi Anda menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi. Frekuensi menyusu akan semakin jarang seiring bertambahnya usia bayi, karena volume ASI yang dikonsumsi juga semakin besar setiap kali menyusu menyesuaikan kapasitas lambung bayi.

Frekuensi buang air

Frekuensi buang air kecil pada bayi semakin meningkat pada beberapa hari pertama setelah dilahirkan. Salah satu tanda kecukupan ASI adalah setelah usia 5 hari bayi Anda buang air kecil sedikitnya 6 kali per hari dan buang air besar kurang lebih 3 kali per hari.

Bayi tenang dan tidak rewel setelah menyusu

Bila bayi telah mendapat ASI dalam jumlah cukup, bayi akan tenang, tidak rewel dan bahkan dapat tertidur setelah menyusu.

Perlekatan benar saat menyusu

Saat menyusu seharusnya mulut bayi terbuka lebar dengan dagu menempel pada payudara, bibir bawah terjulur keluar, dan sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi. Perlekatan yang benar akan memberikan kenyamanan pada ibu saat menyusui, mencegah nyeri dan luka pada puting. Setelah beberapa kali menghisap, bayi akan terlihat dan terdengar menelan ASI.

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter bila Anda menemukan hal-hal sebagai berikut pada bayi Anda:

  • Tidak bertambah berat badan
  • Buang air kecil kurang dari 6 kali per hari
  • Urin berwarna kuning pekat
  • Tetap rewel setelah menyusu
  • Tampak lemas dan mengantuk setiap saat
  • Kulit dan mata berwarna kuning

Sumber: WebMD


Categories: Hamil & Menyusui

Comments

comments