Tips Bagi Ibu Menyusui yang Ingin Tetap Berpuasa

Tips Bagi Ibu Menyusui yang Ingin Tetap Berpuasa

Masih banyak ibu menyusui yang merasa kuat untuk menyusui sembari berpuasa walaupun Islam telah memberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa. Kira-kira hal apa saja yang perlu dilakukan bagi ibu menyusui yang tetap ingin berpuasa? Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

Cairan yang cukup

Konsumsilah cairan yang cukup selama puasa. Hal ini bisa dilakukan sejak berpuasa dan. Hindari teh, kopi dan minum bersoda. Minuman-minuman tersebut tergolong minuman diuretik yang bisa memperparah dehidrasi. Perbanyak  konsumsi air putih, jus buah, susu serta air jahe. Konsumsi cairan tidak harus lewat minum, jika bosan ibu juga bisa memperoleh asupan dari buah-buahan (semangka atau jeruk) dan konsumsi sup atau sayuran berkuah lainnya.

Makanan seimbang

Selama menyusui ibu diharapkan bisa mengkonsumsi makanan minimal sebanyak 1800-2200 kalori. Hal ini bisa dipenuhi dengan mempertahankan makan sebanyak 3 kali sehari. Jangan pernah melewatkan sahur. Kemudian berbuka lah dengan seperti biasa. Ibu hamil disarankan untuk makanlah snack setelah pergi tarawih dan terakhir makanlah menu lengkap  dalam porsi kecil sebelum tidur.

Menyiapkan Suport System

Beberapa hari sebelum puasa cobalah berdiskusi bersama suami dan keluarga terdekat bagaimana mereka bisa membantu anda. Baik dalam hal pengurusan anak maupun urusan rumah tangga lainnya.

Rencanakan Makanan

Menyiapkan makanan di rumah sudah bukan rahasia umum  merupakan tanggung jawab ibu. Siapkan lah daftar makanan yang akan dikonsumsi selama ramadhan setiap minggunya. Persiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam satu minggu tersebut. Ibu juga bisa menyiapkan makanan beku seperti nugget rumahan yang terbuat dari bahan-bahan yang berbeda. Hal ini seringkali membantu ibu untuk menghemat waktu dan tenaga selama berpuasa.

(Baca juga: Makanan- Makanan Ini Harus Ada di Dapur anda Selama Bulan Ramadan)

Hindari stress

Ibu menyusui sebaiknya menghindari stress sebisa mungkin. Stress dapat mempengaruhi sekresi hormon oksitosin yang bertanggungjawab dalam pengeluaran ASI. Langkah ke-3 dan ke-4 merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi stress yang dapat ibu hadapi selama bulan Ramadan.  Kenali potensi stress ibu dan siapkanlah berbagai langkah antisipasinya.

Istirahat yang cukup

Tanpa istirahat yang cukup, ibu tidak bisa merawat bayinya dan melakukan ibadah Ramadan dengan baik. Jangan lewatkan tidur siang sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah. Terlebih selama puasa ibu akan merasa lemas. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Biasanya tubuh akan mengalami penyesuaian setelah tiga hari.

Berlatih puasa

Ibu juga bisa mencoba untuk berlatih puasa dengan melakukan puasa sunnah. Dengan latihan dan simulasi ini, ibu bisa mengenali kemampuannya, apakah ibu merasa sangat lemas, bagaimana kuantitas jumlah ASI serta kondisi unik lainnya yang mungkin bisa menjadi kendala bagi ibu.

Nah, bagaimana dengan ibu? Apakah ibu siap berpuasa sambil menyusui?

Jika ibu memiliki pengalaman menyusui selama berpuasa, jangan ragu mencertikannya di kolom komentar. Semoga hal ini bermanfaat bagi ibu lainnya.

Baca juga: Apa yang terjadi dengan ASI bila ibu menyusui berpuasa?


Categories: Hamil & Menyusui, Puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.