Apa yang Terjadi Dengan ASI Bila Ibu Menyusui Berpuasa?

Apa yang Terjadi Dengan ASI Bila Ibu Menyusui Berpuasa?

Tidak lama lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan yang selalu dinanti. Momen menunggu ramadhan ini seringkali menyebabkan juga disertai oleh rasa gamang dihati ibu yang menyusui, apakah ASI akan mencukupi jika ikut berpuasa? Yuk kita bahas bersama!

Kualitas ASI

Berdasarkan penelitian pada tahun 2006 yang dilakukan oleh  oleh Rakicioglu dkk di Turki menyebutkan bahwa kandungan makronutrien (protein, karbohidrat dan lemak) didalam ASI ibu yang berpuasa tidak terpengaruh secara signifikan jika ibu berpuasa . Namun kandungan mikronutrien seperti kalium, zinc  dan magnesium mengalami penurunan saat ibu berpuasa. Penelitian ini dilakukan pada ibu menyusui yang memiliki anak berusia 2-5 bulan yang berpuasa ramadhan. Penelitian ini juga menemukan bahwa ternyata kondisi status gizi ibu terpengaruh dengan berpuasa. Saat berpuasa kebutuhan harian masing-masing zat gizi (required daily allowance) tidak terpenuhi. Namun menariknya, rata-rata ibu menyusui yang mengikuti penelitian ini malah mengalami kenaikan berat badan sebanyak 1 kg setelah ramadhan berakhir.

Senada dengan penelitian yang dilakukan di Turki, hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya pada tahun 2000 oleh Bener dkk di Uni Emirat Arab menemukan bahwa komposisi ASI ibu tidak terpengaruh secara signifikan selama berpuasa. Walaupun ditemukan sedikit peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol pada akhir ramadhan, angka yang ditemukan sangat kecil dan tidak signifikan.  Selain kedua parameter tersebut, penelitian ini menilai kadar lemak total, protein, laktosa, kadar total solid (protein, mineral dan laktosa) serta kadar total solid non-fat di dalam ASI.

Sementara  penelitian lain yang dilakukan di Afrika Barat pada tahun 1983 menyatakan hal yang berkebalikan. Volume ASI tidak berubah, sementara komposisi kandungan ASI mengalami perubahan.

Kuantitas ASI

Tidak banyak penelitian yang membahas mengenai hal ini. Namun diketahui bahwa produksi ASI akan mengalami penurunan jika ibu mengalami dehidrasi berat. Tanda dehidrasi dapat dikenali lewat kondisi berikut ini:

  • Ibu merasa sangat haus
  • Air seni berkurang, warnanya menjadi gelap & pekat dan bau pesing
  • Kepala terasa pusing
  • Merasa ngantuk walaupun cukup tidur
  • Mata berkunang-kunang
  • Pingsan

Jika ibu  merasakan salah satu gejala ini, ibu menyusui disarankan untuk membatalkan puasa dan segera mengkonsumsi cairan seperti oralit.

Memutuskan untuk tetap berpuasa pada saat menyusui terpulang kepada masing-masing individu ibu menyusui yang disesuaikan dengan kondisi fisik ibu dan bayi. Islam sendiri telah memberikan kelonggaran bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa dengan menggantinya dihari lain atau dengan membayar fidyah.

Salah satu hal yang memegang peranan penting keberhasilan menyusui saat berpuasa adalah Ibu harus yakin untuk bisa menyusui. Perasaan yakin dan berbaik sangka ini juga berpengaruh pada sekresi hormone oksitosin yang berperan untuk mengeluarkan ASI. Sebaliknya, jika ibu merasa cemas sekresi oksitosin akan terganggu dan akibat jangka panjangnya adalah penurunan produksi ASI. Perasaan cemas ini bisa dikurangi dengan banyak  berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk melancarkan  produksi ASI ibu selama bulan Ramadan ini.

Selamat menyusui ya Bu!


Categories: Puasa
Tags: ibu hamil, puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.