Apa yang Terjadi pada Perut dan Pencernaan Kita Saat Berpuasa?

Apa yang Terjadi pada Perut dan Pencernaan Kita Saat Berpuasa?

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi pada sistem pencernaan kita saat berpuasa. Apakah lambung dan usus kita tahan tidak mendapat makanan dan minuman selama 13-14 jam? Apakah berpuasa tidak membahayakan sistem pencernaan dalam tubuh kita? Semoga sedikit pembahasan di bawah ini dapat melegakan Anda.

 

Adaptasi sistem pencernaan kita saat berpuasa

Lambung dan usus kita berfungsi mencerna makanan yang kita konsumsi dengan memproduksi asam lambung dan enzim pencernaan. Asam lambung (HCl) menciptakan kondisi pH yang rendah pada lambung yaitu sekitar 1-2, yang berfungsi melindungi lambung dari patogen, memungkinkan bekerjanya enzim pepsin dan merangsang sekresi empedu. Berbagai enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung dan usus halus akan mencerna karbohidrat, protein, dan lemak sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Aktivitas organ pencernaan kita secara umum akan menurun selama berpuasa. Saluran pencernaan kita mengalami kontraksi setiap 2 jam, mulai dari lambung dan bergerak menuju ke usus dua belas jari dan usus halus, dengan membawa serta sekresi saluran cerna, sisa-sisa makanan, dan sel yang mengalami deskuamasi. Aktivitas kandung empedu, pankreas, usus halus, dan usus besar juga mengalami penurunan, seperti yang dijelaskan pada gambar di bawah ini.

Pada keadaan di mana tidak ada makanan-minuman dalam lambung, akan terjadi penurunan produksi asam lambung dan enzim pencernaan. Akan tetapi, saat berpuasa, sekitar 6-8 jam setelah perut kosong, justru terjadi peningkatan asam lambung dan penurunan pH. Hal ini disebabkan oleh keadaan hipoglikemia (rendahnya kadar glukosa darah) saat berpuasa, saat di mana kita sudah merasa “lapar”. Kondisi hipoglikemia tersebut, adanya lintasan pikiran kita tentang makanan, aktivitas indrawi kita saat melihat dan mencium aroma masakan inilah yang akan meningkatkan produksi asam lambung dan enzim pencernaan.

Untitled-1

Apakah berpuasa dapat menyebabkan timbulnya penyakit maag pada orang yang sehat?

Sebagian besar penelitian yang dilakukan mengenai puasa Ramadan membuktikan bahwa puasa Ramadan yang dilakukan oleh orang dewasa sehat tidak menimbulkan dampak yang membahayakan bagi kesehatan, termasuk terhadap sistem pencernaan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa keluhan ringan pada sistem pencernaan yang dialami oleh orang yang sedang berpuasa, di antaranya rasa tidak nyaman di ulu hati dan perut bagian atas, perut kembung, serta bersendawa. Keluhan ini pada umumnya muncul seiring dengan peningkatan asam lambung dan penurunan pH, seperti yang telah dijelaskan di atas. Namun, Anda tidak perlu khawatir, keluhan ini hanya bersifat sementara (terutama pada 1 pekan pertama berpuasa) dan dapat ditanggulangi dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka.

Tetap sehat dan bugar selama Ramadan!


Categories: Puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.