Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Berpuasa?

Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Berpuasa?

Setiap tahun jutaan Muslim di dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Puasa Ramadan memang diwajibkan bagi setiap orang yang beragama Islam dengan beberapa pengecualian. Tentu saja momen mulia tahunan ini amat sayang bila dilewatkan, termasuk bagi penderita penyakit maag. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Apakah penderita sakit maag boleh berpuasa?

Bagi Anda penderita sakit maag, mungkin inilah pertanyaan yang ada dalam benak Anda sedari tadi. Boleh tidaknya seorang penderita sakit maag berpuasa tergantung pada jenis penyakit dan keparahan penyakitnya. Berikut penjelasan dari DR. dr. Ari F. Syam, Sp.PD, KGH, MMB, FINASIM, FACP, seperti yang dilansir oleh Berita PAPDI (Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia):

  • Pada umumnya penderita penyakit maag fungsional di mana tidak ditemukan kelainan struktural pada lambung (dispepsia) dibolehkan berpuasa.
  • Penderita gastritis dan tukak peptik (baik lambung maupun usus dua belas jari) boleh berpuasa bila keluhan masih dapat dikontrol dengan pemberian obat-obatan.
  • Puasa tidak boleh dilakukan pada penderita penyakit maag dengan risiko tinggi perdarahan saluran cerna (tukak lambung yang dalam, tumor lambung).

Nah, kira-kira bagaimana dengan anda? Apakah maag anda hanya bersifat fungsional, atau bahkan sudah menimbulkan luka dan perdarahan? Maag fungsional artinya anda hanya merasakan keluhan tidak nyaman pada perut seperti nyeri, mual, perut terasa penuh, muntah dan lemas, tanpa disertai dengan adanya kelainan anatomis seperti luka pada lambung. Sementara apabila telah menimbulkan luka, kondisi tersebut dikenal dengan istilah tukak (ulcer), baik pada lambung  atau usus dua belas jari. Luka yang parah dapat juga menimbulkan perdarahan yang dikenal dengan istilah gastritis erosiva.

Karena ada perbedaan rekomendasi untuk setiap keparahan sakit maag, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam. Dokter akan mengevaluasi kesiapan lambung anda untuk  berpuasa. Selain itu, dokter juga akan membekali anda dengan obat maag yang sesuai, agar tidak mengalami kekambuhan selama berpuasa ramadhan.

(Baca juga: Tips Berpuasa Bagi Penderita Sakit Maag)

Apakah puasa akan memperberat penyakit maag?

Sebuah meta-analisis dilakukan pada tahun 2012 oleh tim peneliti SEPAHAN (The Study on the Epidemiology of Psychological, Alimentary Health and Nutrition) Iran terhadap 23 penelitian mengenai Ramadan dan kesehatan saluran cerna. Dari meta-analisis ini diketahui bahwa kejadian tukak lambung, tukak duodenum, dan perdarahan saluran cerna bagian atas lebih sering terjadi di bulan Ramadan. Secara umum pasien dengan penyakit maag berisiko mengalami perburukan saat berpuasa di bulan ini. Hal ini berkaitan dengan penurunan pH lambung dan faktor protektif selama berpuasa.

(Baca juga: Apa yang Terjadi pada Perut dan Pencernaan Kita Saat Berpuasa?)

Ups, jangan buru-buru panik ya! Berikut ini faktor penyebab perburukan penyakit maag menurut penelitian di atas: sebagian besar di antara mereka memaksakan diri untuk berpuasa, kepatuhan minum obat menurun drastis selama puasa, dan perubahan waktu konsumsi obat serta dosis yang dilakukan tanpa saran dokter. Nah, agar Anda dapat tetap nyaman berpuasa, hindarilah faktor-faktor tersebut.


Categories: Puasa
Tags: maag, puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.