Bagaimana Kiat Melatih Anak Berpuasa?

Bagaimana Kiat Melatih Anak Berpuasa?

Melatih anak berpuasa tentu bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kesabaran dan dorongan agar dapat menghasilkan anak yang menjalankan puasa tidak hanya karena kewajiban, namun juga dengan penuh semangat. Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan:

  • Ajak dengan perlahan

Ajak anak untuk mau berlatih puasa, namun jangan paksakan kehendak dengan kekerasan. Jika si kecil ingin berlatih puasa, latihlah puasa, dimulai secara bertahap, misalnya pada awal selama  3-4 jam, selanjutnya tingkatkan menjadi hingga jam 12.00, selanjutnya puasa penuh.  Jika di tengah hari ia tampak rewel dan tidak kuat, Anda bisa memberikannya makanan kecil, kemudian puasa bisa dilanjutkan kembali sampai sore. Lama-kelamaan anak akan lebih kuat dan akhirnya bisa berpuasa sehari penuh.

  • Berikan reward

Mulai berpuasa bisa jadi merupakan hal yang sulit bagi anak. Kita dapat memompa semangat anak dengan memberikannya reward. Hargai usaha anak dalam menjalankan puasa. Tidak harus berupa materi, pujian yang tulus dan pelukan hangat juga merupakan reward. Dapat pula berupa makanan kesukaannya saat berbuka dan sahur bila ia kuat berpuasa. Seiring bertambahnya usia, diharapkan anak sudah paham akan makna dan alasan berpuasa yang sesungguhnya.

  • Dukungan keluarga

Usaha si kecil dalam berlatih puasa perlu mendapat dukungan dari anggota keluarga yang lain. Ciptakan suasana menyenangkan saat anak baru pertama kali belajar berpuasa. Jangan tunjukkan rasa lemas Anda agar anak merekam semangat dan pengalaman positif ibadah puasa. Dengan demikian Anda akan lebih mudah memotivasinya berpuasa di tahun depan, termasuk juga melakukan ibadah-ibadah lainnya.

  • Ikutkan dalam kegiatan agama

Ajak anak mengikuti aktivitas ramadhan bersama anggota keluarga yang lain. Ajarkan pula bahwa tidak hanya menahan haus dan lapar, orang yang berpuasa juga harus berbuat baik kepada sesama, seperti tidak berbohong dan tidak berkata kasar. Suasana islami saat puasa juga dapat diciptakan dengan memberikan anak pakaian yang sopan dan islami.

  • Pantau kesehatannya

Yang paling penting dari kegiatan latihan puasa bagi anak adalah pantau terus kesehatannya. Kondisi fisik tiap anak berbeda-beda. Walaupun mungkin anak-anak lain seusianya sudah kuat berpuasa sehari penuh, belum tentu itu berlaku pada anak lainnya. Jika anak tampak sakit, pucat, atau mengalami penurunan berat badan drastis,  jangan paksakan. Biarkan ia makan cukup, dan apabila ia kuat untuk melanjutkan puasa, perbolehkan ia puasa, jika tidak, tak perlu dipaksakan.

  • Persiapkan energi dengan makanan bergizi

Sediakan makanan yang bergizi dalam menunjang energinya untuk berpuasa. Sesuaikan jenis dan jumlah makanan dengan usia dan aktivitas fisik anak. Menurut Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc.MS. SpGK, untuk menu makanan selama puasa, tetap berikan menu makanan sehari-hari berupa makanan lengkap yang terdiri dari nasi, lauk, sayur, dan buah. Menu dapat disesuaikan dengan kesukaan anak, selama zat gizi tetap terpenuhi. Sebaiknya selama puasa hindari memberi anak makanan yang terlalu asam dan terlalu pedas. Kebutuhan cairan juga harus diperhatikan untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Berikan minuman kurang lebih sepertiga dari jumlah minuman sehari saat sahur. Pemberian susu dapat pula dilakukan untuk meningkatkan asupan gizinya.

  • Pastikan istirahat cukup

Jangan lupa perhatikan jadwal istirahat anak agar anak tidak lemas saat melakukan aktivitas sehari-hari. Dapat pula dengan menyuruh anak tidur siang untuk mengembalikan energi sepulang sekolah.

Bagaimana, anak Anda siap berpuasa?


Categories: Puasa

Comments

comments