Banyak Tidur Saat Puasa Justru Membuat Lemas, Kenapa Ya?

Banyak Tidur Saat Puasa Justru Membuat Lemas, Kenapa Ya?

Seperti layaknya mobil yang membutuhkan bensin untuk melaju, tubuh kita juga memerlukan sumber energi untuk terus beraktivitas. Sumber energi utama tubuh adalah glukosa. Glukosa kemudian akan dipecah di dalam sel tubuh menjadi energi (ATP), CO2 dan H2O.

Selama kita berpuasa, tubuh akan memperoleh energi dari beberapa sumber. Diantaranya adalah makanan yang dimakan saat sahur.  Energi yang diperoleh dari makanan sahur ini akan bertahan hingga kira-kira pukul 9 pagi. Selanjutnya, tubuh akan memecah sumber energi lain, yaitu glikogen yang disimpan di hati dan otot.  Kira-kira pukul 12-1 siang cadangan glikogen kita juga akan habis. Nah, jika kedua sumber energi tersebut sudah habis, darimana tubuh akan mendapatkan energi?

Jawabannya adalah melalui proses yang dikenal dengan nama glukoneogenesis. Glukoneogensis adalah proses pembuatan glukosa dari sumber lain, yaitu lemak dan protein.

Nah, proses glukoneogenesis ini ternyata akan semakin efektif jika dibantu dengan gerakan atau aktivitas fisik. Dengan terus melakukan aktivitas fisik, tubuh akan mengirimkan sinyal  untuk pengeluaran hormon stress kortisol dan tiroid. Kedua hormon ini lah yang selanjutkan akan memicu terjadinya glukoneogenesis. Glukoneogenesis akan berlangsung lebih cepat dan tubuh segera mendapatkan sumber energi baru. Mungkin anda pernah merasakan saat dimana “puasa seperti tidak terasa”. Nah, kondisi ini lah yang terjadi jika proses penyediaan energi lewat proses glukoneogenesis berlangsung efektif.

Sebaliknya, jika kita hanya berlaku pasif saat puasa, misalnya hanya bersantai dan tidur-tiduran saja, proses penyediaan energi glukoneogenesis akan berlangsung lambat.  Akibatnya tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga. Tubuh akan menyetel kebutuhan energi hanya pada level basal. Dimana energi yang diproduksi hanyalah energi yang diperlukan untuk menjalankan fungsi dasar tubuh seperti bekerjanya saluran pencernaan, pernapasan dan sirkulasi darah.

Oleh karena itu, sekalipun sedang berpuasa, kita tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik. Aktivitas yang dilakukan sebaiknya cukup dalam intensitas ringan hingga sedang. Sementara aktivitas fisik dalam intesitas  berat dapat dilakukan sekitar 60-90 menit sebelum berbuka atau 90-120 menit setelah berbuka.


Categories: Puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.