Rangkuman Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Berdasarkan Penelitian Terpercaya

Rangkuman Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Berdasarkan Penelitian Terpercaya

Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah fisik tertua di muka bumi. Hampir setiap agama mensyariatkan pelaksanaannya, termasuk Islam. Di bulan ke-9 penanggalan Hijriah inilah umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Tahukah Anda hikmah berpuasa bagi kesehatan? Selain bermanfaat secara spiritual, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan fisik kita lho! Dan hingga saat ini para ilmuwan masih berlomba-lomba mengungkap hikmah puasa. Yuk kita intip  beberapa hasil penelitian mereka.

  1. Puasa memiliki efek antiinflamasi

Dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Yale School of Medicine yang dipublikasikan di Nature Medicine, puasa memiliki efek antiinflamasi yang berperan dalam menurunkan risiko terjadinya diabetes tipe 2, aterosklerosis dan penyakit Alzheimer. Saat puasa terbentuk senyawa b-hidroksibutirat yang menghambat secara langsung NLRP3 sebagai bagian dari kompleks protein yang disebut dengan inflammasome. Inflammasome ini berperan dalam respon imunitas yang terjadi pada penyakit diabetes tipe 2, aterosklerosis, alzheimer dan penyakit autoimun lainnya.

  1. Puasa dan kanker

Puasa memiliki efek protektif terhadap risiko terjadinya kanker pada hewan coba, sebagaimana yang dirilis di American Journal of Clinical Nutrition. Puasa berselang selama 12 minggu dapat menurunkan kejadian proliferasi beberapa jenis sel, yaitu sel epitel payudara, sel epitel kulit, dan sel T pada limpa.

Hasil penelitian pada penderita kanker yang dipublikasikan di jurnal Cell Stem Cell pada bulan Juni 2014 menunjukkan bahwa selain memberikan efek protektif terhadap terjadinya kerusakan sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh, puasa juga dapat memicu regenerasi stem cell dalam sistem tersebut pasca kemoterapi. Peneliti lain dari University of Southern California juga mengungkapkan bahwa puasa memberikan efek sinergis terhadap pemberian kemoterapi pada penderita kanker, seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Oncotarget. Dengan berpuasa, pasokan energi untuk sel-sel kanker juga akan berkurang sehingga aktivitas sel-sel kanker tersebut pun akan terganggu.

  1. Puasa dan metabolisme tubuh

Para peneliti dari Intermountain Medical Center Heart Institute menemukan bahwa puasa yang dilakukan secara periodik dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Puasa juga dapat mencegah terjadinya diabetes melitus tipe 2. Hal ini dikarenakan saat berpuasa tubuh akan memanfaatkan energi dari cadangan glikogen dalam hati dan dari sel-sel lemak. Penurunan jumlah sel-sel lemak ini akan mencegah terjadinya resistensi terhadap hormon insulin, sehingga dapat menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2.

  1. Puasa dan sistem kardiovaskular

Sebuah systematic review yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nurtition pada tahun 2007 menunjukkan bahwa puasa secara berselang (alternate day fasting) memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini karena dengan berpuasa terjadi penurunan berat badan, massa lemak, trigliserida, dan disertai peningkatan kolesterol HDL.

Manfaat puasa Ramadan

Nah, demikianlah manfaat puasa secara umum bagi kesehatan kita. Bagaimana dengan puasa Ramadan itu sendiri?

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengungkapkan pengaruh puasa pada bulan Ramadan secara spesifik bagi kesehatan tubuh. Terdapat beberapa variasi terhadap hasil yang diperoleh pada penelitian-penelitian ini, akibat bervariasinya lama berpuasa (pengaruh letak geografis) dan menu makanan yang disantap saat sahur – berbuka.

  • Puasa Ramadan bermanfaat bagi aspek kesehatan jiwa. Subyek penelitian yang merupakan mahasiswa di sebuah universitas di Iran menunjukkan skor kesehatan jiwa (meliputi keluhan fisik, depresi, kecemasan, disfungsi sosial, dan insomnia) yang lebih baik setelah bulan Ramadan dibanding sebelumnya.
  • Berpuasa pada bulan Ramadan terbukti tidak menimbulkan dampak negatif pada populasi dewasa sehat, baik pada sistem kardiovaskular, respirasi, hematologi, endokrin, maupun neuropsikiatri sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Alkandari dkk di Kuwait,.
  • Sedangkan meta-analisis yang dilakukan oleh Kuls dkk terhadap 30 artikel penelitian mengenai efek Ramadan terhadap kesehatan menunjukkan bahwa puasa Ramadan memberikan manfaat bagi kesehatan, di antaranya penurunan berat badan, kadar gula darah, trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol LDL.
  • Puasa Ramadan juga merupakan momentum untuk mengatur kembali pola makan kita agar tepat jumlah dan jenisnya. Puasa diharapkan dapat terjadi mengendalikan nafsu makan kita agar tidak berlebihan, namun tetap memenuhi kebutuhan nutrien sehari-hari.

Namun, sangat disayangkan, begitu banyak manfaat puasa di bulan ini yang tidak dapat diraih akibat gaya hidup yang kurang tepat. Lazim terjadi di masyarakat kita, di bulan Ramadan ini justru asupan kalori, gula, dan makanan tidak sehat meningkat tajam akibat pola “balas dendam” saat berbuka puasa. Yuk kita kembalikan hakikat puasa Ramadan agar sesuai dengan tujuan diperintahkannya oleh Yang Maha Kuasa!

Disusun oleh: dr. Wang Erna

Sumber:

1. Varady KA dan Hellerstain MK. Alternate-day fasting and chronic disease prevention: a review of human and animal trials. The American Journal of Clinical Nutrition 2007;86:7-13

2. Yale University. Anti-inflammatory mechanism of dieting and fasting revealed. ScienceDaily. www.sciencedaily.com/releases/2015/02/150216131146.htm

3. Briki W. Involvement in Religion and Self-Regulation: Explanation of Muslim’s Affects and Behaviors during Ramadan. 2013. Available from: www.esciencecentral.org/ebooks

4. S Kul, et.al. Does Ramadan fasting alter body weight and blood lipids and fasting blood glucose in a healthy population? A meta-analysis. J Reg Health 2014;53 (3):929-42

5. University of Southern California. Fasting and less-toxic cancer drug may work as well as chemotherapy. ScienceDaily.www.sciencedaily.com/releases/2015/03/1503301419267.htm

6. University of Southern California. Fasting triggers stem cell regeneration of damaged, old immune system. ScienceDaily.www.sciencedaily.com/releases/2014/06/140605141507.htm

7. F Azizi. Islamic fasting and health. Ann Nutr Metab 2010;56(4):273-82

8. Intermountain Medical Center. Routine periodic fasting is good for your health, and your heart, study suggests. ScienceDaily.www.sciencedaily.com/releases/2011/04/110403090259.htm

9. V Ziaee, et.al. The changes of metabolic profile and weight during Ramadan fasting. Singapore Med J 2006;47(5):409-14

10. JR Alkandari, et.al. The implications of Ramadan fasting for human health and well-being. J Sport Sci 2012;30 Suppl 1:S9-19.


Categories: Puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.