Tinjauan Medis Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

Tinjauan Medis Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah wajib yang ditunggu setiap kaum muslim. Meskipun merupakan ibadah wajib, Islam masih memberikan keringanan pada beberapa golongan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan. Salah satu golongan ini adalah ibu hamil. Ibu hamil diperbolehkan tidak berpuasa, namun wajib mengganti di hari lain atau membayar fidyah.

Lalu, bagaimana dengan ibu hamil yang ingin berpuasa?

Puasa pada ibu hamil secara medis diperbolehkan. Menurut dr Imam Rasjidi, SPOG (K) Onk seperti dikutip liputan6.com, puasa pada ibu hamil justru sebetulnya baik dalam mencegah penyakit degeneratif pada janin dan ibu hamil akibat kegemukan, seperti masalah kolesterol, jantung koroner, dan kencing manis. Puasa juga dapat menambah jumlah sel darah putih untuk meningkatkan kekebalan tubuh, serta berperan dalam proses detoksifikasi.

Namun, ibu hamil tidak serta merta dapat langsung berpuasa. Hal ini tergantung pula pada usia kehamilan dan kondisi tubuh ibu hamil.

Pada trimester pertama, hormon kehamilan yang dikenal dengan beta-HCG sedang memberikan pengaruh yang kuat bagi tubuh ibu hamil. Hormon ini yang kerap membuat ibu mual, kembung, dan lemas. Hal yang dikhawatirkan adalah  tubuh tak akan mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang lama. Dengan demikian tubuh sang ibu akan menjadi lemah sehingga kesehatan janin yang pasokan nutrisinya tergantung pada kondisi ibunya dapat terganggu. Dalam kondisi hamil muda itu, sang ibu perlu menerapkan pola makan khusus, yaitu sedikit-sedikit tetapi sering. Pada trimester ini, ibu disarankan untuk tidak berpuasa. Namun bila ibu tidak mengalami gangguan di awal kehamilan, seperti mual-muntah dan merasa kondisinya fit untuk menjalani puasa, ibu hamil boleh berpuasa. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mendapat kepastian kondisi kesehatan ibu dan janin. Di trimester pertama ini berat badan ibu harusnya sudah bertambah, puasa sebaiknya dihentikan bila ada indikasi penurunan berat badan ibu.

Selanjutnya di trimester kedua, kadar hormon beta-HCG itu akan menurun dengan sendirinya ketika kehamilan memasuki trimester kedua atau usia kehamilan mencapai enam bulan. Pertumbuhan janin juga semakin stabil. Puasa pada usia kehamilan ini diperbolehkan namun harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  • Berat badan ibu hamil di trimester ini idealnya naik sekitar 0,5 kg per minggu. Sebagai patokan, kenaikan berat badan Anda yang normal hingga 20 minggu pertama adalah sekitar 3,5-4 kg. Pada 20 minggu berikutnya kira-kira 1/2 kg per minggu. Pada akhir kehamilan, kenaikan berat badan sekitar 12,5-14 kg.Sebaiknya puasa dihentikan bila ada indikasi penurunan berat badan.
  • Ibu harus selalu dalam keadaan sehat, tidak boleh ada keluhan lemas, pusing dan sebagainya. Saat ibu merasa lemas bisa jadi kadar gula dalam darah sedang drop. Bila hal tersebut terjadi ibu disarankan untuk berbuka puasa.
  • Pastikan gerakan janin tetap terasa. Apabila terjadi penurunan gerakan janin atau janin tidak seaktif biasanya segera konsultasikan ke dokter. Ibu juga bisa merangsang gerakan janin dengan mencoba poisisi berbaring miring sambil mengelus-elus perut.

Ibu hamil pada trimester ketiga disarankan untuk tidak berpuasa. Di minggu-minggu ini (29-40 minggu) janin bisa lahir kapan saja. Di trimester ketiga ini janin terus menyempurnakan pertumbuhan organ-organ penting dalam tubuhnya, untuk itu diperlukan asupan dalam jumlah cukup. Bila kebutuhan akan nutrisi tak tercukupi, dikhawatirkan pertumbuhan janin terganggu. Kesehatan ibu dan janin juga harus terus dipantau sembari mengantisipasi kemungkinan majunya waktu persalinan. Namun kalau semua telah dipastikan baik-baik saja, ibu hamil boleh berpuasa.

Untuk memastikan apakah kondisi ibu memang layak untuk berpuasa, konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Pastikan anda tidak mengalami ibu hamil mengalami gangguan morning sickness berat, perdarahan, menderita diabetes melitus, hipertensi, mengalami dehidrasi, gangguan pencernaan seperti diare, dan ibu yang sudah hari H untuk bersalin. Jika dalam kondisi-kondisi ini ibu tetap memaksakan puasa, maka gangguan atau penyakit yang dialami akan semakin berat. Pastikan pula perkembangan janin dalam tubuh ibu baik dengan melihat ukuran, gerakan, serta organ janin.

Ibu hamil ingin puasa, siapa takut? 

Untuk ibu hamil yang berniat berpuasa pada Ramadan kali ini, bisa membaca tips berpuasa sehat pada ibu hamil pada artikel berikut ini: Kiat-kiat puasa sehat pada ibu hamil.

Disusun oleh: dr. Yossy Catarina


Categories: Puasa

Comments

comments