Wah, Ternyata Puasa Bisa Membuat Panjang Umur!

Wah, Ternyata Puasa Bisa Membuat Panjang Umur!

Sebelumnya sejumlah penelitian pada hewan coba menemukan bahwa puasa dapat memanjangkan usia dan menghambat progresivitas berbagai penyakit degeneratif. Berangkat dari hasil temuan tersebut, para peneliti dari University of Florida melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui apakah hasil penelitian tersebut relevan pada manusia atau tidak.

Metode yang dilakukan adalah dengan meminta 24 peserta untuk melakuan puasa berselang satu hari (alternate day fasting).  Pada saat berpuasa, rata-rata peserta penelitian hanya mengkonsumsi satu kali makan senilai dengan 650 kalori (25% kebutuhan harian). Sementara pada hari berikutnya, peserta diperbolehkan untuk makan berbagai jenis makanan sesuka peserta hingga mencapai 4000 kalori (175%). Dengan kata lain, para responden diminta untuk berpuasa (fasting) pada satu hari dan berpesta (feast) pada hari lainnya.

Selama 10 minggu periode penelitian, para peneliti menilai perubahan berat badan, tekanan darah, kecepatan nadi,  kadar glukosa, kolesterol, penanda inflamasi dan gen yang bekerja untuk respon protektif sel.

Pada akhir penelitian, ditemukan hasil  bahwa puasa dengan metode tersebut sedikit meningkatkan ekspresi gen SIRT 3, yaitu gen yang telah lama diketahui berpengaruh pada panjangnya usia seseorang serta terlibat pada proses respon protektif sel terhadap gangguan radikal bebas.

Gen SIRT3 merupakan gen yang mengkode protein dengan nama yang sama, yaitu SIRT3. Protein ini tergolong pada kelas protein sirtuin. Pada tikus ditemukan bahwa kadar sirtuin yang meningkat dapat memperpanjang usia. Para peneliti menduga bahwa protein seperti SIRT teraktivasi oleh stress oksidatif. Selama berpuasa tubuh akan mengalami sedikit ‘stress’ dan hal ini akan memicu pengaktikfan protective pathway pada sel. Para peneliti juga menemukan penurunan kadar insulin pada peserta atau dalam kata lain menujukkan bahwa berpuasa juga memberikan efek anti- diabetik.  Seluruh hasil penelitian ini dipublikasi pada jurnal Rejuvenation Research edisi Februari 2015.

Christiaan Leeuwenburgh, Ph.D.,  salah satu penulis pada penelitian ini menyatakan bahwa kita membutuhkan sedikit rasa nyeri, sedikit peradangan serta stress oksidatif untuk memicu terjadinya proses regenerasi dan repair pada tubuh. Berpuasa atau pembatasan kalori merupakan salah satu cara untuk membuat tubuh sedikit “stress” dan memicu tubuh melakukan proses perbaikan. Regenerasi yang berlangsung terus menerus merupakan salah satu kunci seseorang tetap sehat dan awet muda.

Meskipun tidak sama persis dengan yang dilakukan pada penelitian, praktik membatasi kalori merupakan salah satu prinsip resep memperpanjang umur yang  sudah terbukti manfaatnya. Hal ini dilakukan di Okinawa, Jepang. Pembatasan kalori dilakukan dengan mengkonsumsi makanan hingga 80% kenyang saja atau dikenal dengan istilah Hara Hachi Bu.

(Baca Juga: Hara Hachi Bu, rahasia awet muda dari Okinawa, Jepang)


Categories: Puasa

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.