6 Cara Mengolah Makanan untuk Bunuh Virus Flu Burung

6 Cara Mengolah Makanan untuk Bunuh Virus Flu Burung

Sehatmagz – Pada bulan November 2015, WHO mengeluarkan pernyataan tentang isu-isu keamanan pangan. Pernyataan ini mencakup informasi keamanan makanan menyangkut risiko penularan flu burung, sebagai berikut:

  1. Virus H5N1 flu burung tidak menular ke manusia melalui makanan yang dimasak dengan benar. Virus ini sensitif terhadap panas. Suhu memasak 70 º C yang mengenai semua bagian daging unggas akan membunuh virus.
  2. Sampai saat ini, tidak ada bukti menunjukkan bahwa setiap orang telah terinfeksi dengan virus H5N1 setelah mengonsumsi daging unggas yang dimasak dengan benar dan matang seluruhnya, meski daging tersebut sudah terinfeksi sebelumnya.
  3. Kebanyakan strain virus flu burung hanya ditemukan di saluran pernapasan dan pencernaan unggas yang terinfeksi, tidak di dalam daging. Namun, hasil studi yang sudah ada menunjukkan bahwa virus yang sangat patogen, termasuk virus H5N1, menyebar ke hampir seluruh bagian burung yang terinfeksi, termasuk daging. Untuk alasan ini, penanganan unggas dan produk unggas selama persiapan makanan dan cara memasak yang tepat sangat penting di daerah yang mengalami wabah flu burung H5N1 pada unggas.
  1. Konsumen di daerah wabah perlu menyadari risiko kontaminasi silang antara unggas mentah dan makanan lain yang tidak dimasak sebelum konsumsi. Cairan dari tubuh unggas atau unggas mentah seharusnya tidak diperbolehkan disentuh langsung selama persiapan memasak atau dicampur dengan item makanan lain. Setelah mengolah dan memasak unggas mentah atau produk unggas mentah, anda harus mencuci tangan mereka secara menyeluruh dan bersih dengan disinfeksi atau dengan sabun dan air panas, seperti dikutip dari health.kompas.com.
  1. Virus H5N1 dapat bertahan selama minimal satu bulan pada suhu rendah. Untuk alasan ini, pembekuan dan pendinginan makanan, tidak akan secara substansial mengurangi konsentrasi virus dalam daging yang terkontaminasi dan tidak dapat membunuh virus.
  2. Di negara-negara dengan wabah flu burung, telur mungkin berisi virus, baik dari bagian luar atau cangkang maupun dalam. Telur dari daerah dengan wabah sebaiknya tidak dikonsumsi mentah atau setengah matang.

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.