Bayi Muntah Setelah Minum ASI Perah, Apa Sebabnya?

Bayi Muntah Setelah Minum ASI Perah, Apa Sebabnya?

Sehatmagz – Untuk mendukung tumbuh kembang bayi, ASI sangatlah berperan penting. Namun di kota-kota besar banyak para wanita karir yang tak bisa menyusui langsung bayinya karena harus bekerja, sehingga banyak yang memerah ASI-nya dan meletakkannya di freezer. Dengan demikian, pengasuh bayi yang ada di rumah dapat memberikannya kepada bayi.

Terkait hal ini ada sejumlah ibu yang mengeluhkan tentang bayinya yang muntah ketika diberi susu ASI perahan tersebut. Apakah sebabnya? Bagaimana cara menaggulanginya?

Menjawab masalah tersebut, dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC yang juga merupakan Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata, Depok mengatakan bahwa sebelum memberikan ASI perah kepada bayi, sebaiknya pengasuh mencicipi terlebih dahulu ASI perah tersebut. ASI perah yang basi umumnya bau dan rasanya berbeda dari ASI perah yang masih fresh. Jika bau dan rasanya sudah berbeda, sebaiknya jangan diberikan kepada bayi.

dr. Asti lebih menyarankan untuk memberikan ASI perah yang paling baru (fresh) kepada bayi, dibandingkan dengan ASI perah yang telah dibekukan berhari-hari. Walaupun secara bau tidak jauh berbeda antara ASI perah yang masih fresh dan ASI perah yang sudah dibekukan, tetapi menurutnya, kualitas zat-zat hidup yang terkandung dalam ASI perah fresh lebih baik dibandingkan ASI perah yang sudah dibekukan.

Selain itu, dr. Asti juga mengingatkan tentang pentingnya kebersihan media pemberian ASI perah. Jika media pemberian ASI perah kurang bersih tentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi. Penggunaan botol dan dot dalam pemberian ASI juga sedapat mungkin dihindari. Selain sulit dibersihkan, jika dot dan botol dipanaskan berulang-ulang, maka akan melepaskan zat yang berbahaya untuk bayi, seperti dilansir dari health.detik.com.

Media pemberian ASI perah dapat diganti dengan menggunakan gelas atau cangkir, dan untuk mempelajari bagaimana memberikan minum dengan gelas, sebaiknya pengasuh diajak ke klinik laktasi untuk latihan cupfeeding.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.