Fungsi Puasa Sebagai Pelepaskan Kebiasaan Merokok (Bag. 2)

Fungsi Puasa Sebagai Pelepaskan Kebiasaan Merokok (Bag. 2)

Overview

Sehatmagz – Para ahli dari WHO menyatakan bahwa di suatu negara dengan kebiasaan merokok yang telah meluas, kebiasaan merokok itu menyebabkan terjadinya 80-90% kematian akibat paru-paru, 75% kematian akibat bronkhitis, 40% kematian akibat kandung kencing, dan 25% kematian akibat penyakit jantung iskemik. Tradisi merokok menyebabkan kematian mendadak akibat serangan jantung antara 2-4 kali.

Dampak rokok terhadap kesehatan tubuh tidak hanya dirasakan oleh para perokok aktif, tetapi juga perokok pasif, yaitu mereka yang tidak merokok tetapi ikut mengisap asap rokok. Dalam jangka waktu yang panjang, limpahan asap rokok ini juga dapat berisiko sama dengan yang diderita oleh para perokok aktif.

Pada umumnya, orang mengetahui bahwa kebiasaan merokok yang dilakukannya dapat merusak kesehatan. Namun, bagi orang yang sudah kecanduan, menghentikan semuanya itu tidaklah mudah. Lebih-lebih bila kebiasaan buruk ini sudah dimulai sejak usia kanak-kanak, ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan yang kerap memberikan dukungan kepadanya.

Agaknya cukup banyak kandungan-kandungan Al-Quran maupun hadits secara tersirat yang menunjukkan buruknya kebiasaan merokok ini. Sebagian besar ulama karena itu memfatwakan haram atau setidak-tidaknya makruh. Namun, pengaruh argumentasi hukum Al-Quran, hadits, maupun fatwa para ulama terasa belum cukup memberikan tekanan masyarakat. Apa pun yang dikatakan kepadanya tidak akan mengubah kebiasaannya. Dari sini, diperlukan peran serta pemerintah berupa tekanan atau ketegasan hukum berikut sanksinya. Tidak sekedar peringatan atau peringatan sekedarnya karena menimbang pemasukan dari hasil pajak rokok yang cukup besar dalam membantu keuangan negara, sementara kemerosotan kesehatan generasi bangsa terabaikan.

Khalifah Utsman bin Affan menyatakan, “Sesungguhnya Allah menertibkan (mengatur, mencegah) dengan sulthon (kekuasaan) apa yang tidak bisa ditertibkan (diatur,dicegah) dengan Al-Quran.”

Ibadah puasa melatih manusia untuk melepaskan diri dari cengkeraman kebiasaan. Puasa mendidik agar tidak terikat oleh tradisi dan rutinitas tertentu apalagi tradisi dan rutinitas itu buruk. Kebiasaan sarapan pada pukul 07.00 misalnya, diubah menjadi makan sahur pukul 04.00 pagi, sedangkan makan siang ditiadakan dan diubah waktunya pada saat matahari terbenam. Kebiasaan merokok pun ikatannya lepas dan diubah waktunya menjadi pada malam hari.

Dengan hikmah melepaskan cengkeraman kebiasaan ini aktivitas puasa akan dapat mengatasi kebiasaan merokok secara berangsur-angsur, selama disertai dengan niat yang kuat untuk mengendalikan diri dan berhenti, karena inti puasa adalah pengendalian diri (imsak). Selama menjalani puasa, orang berlatih lepas dari kebiasaan merokok dan ternyata bisa karena ada kemauan. Pada saat puasa, mengonsumsi makanan yang halal saja harus dikendalikan, maka lebih-lebih mengonsumsi makanan yang diharamkan dan dimakruhkan. Intinya adalah kemauan untuk memutus kebiasaan. Bila tidak ada kemauan maka sampai kapan pun kebiasaan buruk akan terus berjalan, lebih-lebih yang telah dimulai sejak usia dini. Hanya saja puasa efektif membantu mengatasinya.

Sebuah pepatah Arab mengatakan, “Barangsiapa membiasakan sesuatu pada masa remaja maka dia akan terbiasa dengannya hingga waktu dewasa.”

Riset para ahli membuktikan setelah menjalani puasa, darah para pecandu rokok bersih dari racun nikotin. Jika nikotin telah bersih dari tubuh para perokok, kecanduan akan berkurang dan secara berangsur-angsur akan lenyap. Efek mulut asam pada pecandu rokok yang berusaha menghentikan kebiasaannya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan mengonsumsi buah-buahan atau permen sebagai pengganti rokok.

Mekanisme puasa terhadap efek kecanduan rokok adalah jantung dapat bekerja sebagaimana mestinya, peredaran darah kembali normal, sehingga tampak lebih sehat, dan kepekaan indra perasa dan pencium meningkat sehingga dapat lebih menikmati kelezatan makanan yang disantap.

Jika kecanduan terhadap rokok dapat dihentikan dengan menjalani puasa, tidak mustahil, kecanduan serupa seperti kecanduan alkohol, narkotika, ekstasi, dan obat-obatan terlarang lainnya dapat pula diatasi dengan puasa. Kuncinya sekali lagi ada pada niat yang ikhlas dan kemauan yang kuat untuk mengendalikan diri, seperti dikutip dari Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis.

 


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.