Tips Diet Sehat : Tak Selamanya Lemak Itu Berbahaya (1)

Tips Diet Sehat : Tak Selamanya Lemak Itu Berbahaya (1)

Pada umumnya kebanyakan dari kita menganggap lemak seolah-olah merupakan hal buruk yang harus dijauhi. Kita mencanangkan pola makan sehat tanpa lemak atau setidaknya rendah lemak, namun kenyataannya itu tidak membuat kita lebih sehat. Pasalnya, kita tidak hanya lari dari lemak yang berbahaya tapi juga lemak yang sehat. Hal ini yang dianggap perlu diluruskan. Tak selamanya lemak itu berbahaya, nyatanya ada juga lemak yang menyehatkan.

Sebenarnya, tubuh kita membutuhkan lemak. Lemak merupakan sumber energi terbesar untuk tubuh kita. Lemak membantu kita menyerap vitamin dan mineral yang juga tentu saja dibutuhkan oleh tubuh. Lemak berperan dalam membentuk sel membran dan selubung saraf. Lemak juga penting untuk pembekuan darah, pergerakan otot, dan proses peradangan. Oleh karena itu, kita harus tetap mengonsumsi lemak. Yang penting, kita harus bisa membedakan lemak yang sehat dan lemak yang berbahaya.

Semua lemak memiliki kesamaan struktur kimia: rantai atom karbon yang terikat pada atom hidrogen. Yang membedakan satu lemak dengan lemak yang lain adalah panjang dan bentuk rantai karbon dan jumlah hidrogen yang terhubung ke karbon. Sedikit perbedaan bisa memberikan perbedaan krusial dalam bentuk dan fungsinya. Lemak yang sehat adalah lemak tidak jenuh (unsaturated fats), sedangkan lemak yang berbahaya salah satunya adalah lemak trans (trans fat) hasil industri. Lemak jenuh (saturated fats) termasuk pertengahan.

Lemak Trans

Lemak Trans merupakan lemak paling buruk untuk kesehatan. Ia diproduksi melalui proses hidrogenasi yang mengubah minyak yang sehat menjadi padat dan tidak anyir/tengik. Bersamaan dengan itu, minyak sayur yang sehat juga berubah menjadi minyak yang tidak beegitu baik. Lemak trans ditemukan terutama pada mentega dan minyak padat, serta digunakan hampir di seluruh produk cepat saji (fast food).

Memakan makanan yang mengandung banyak lemak trans meningkatkan kadar kolesterol LDL yang berbahaya dalam aliran darah dan menurunkan kadar kolesterol HDL yang berguna bagi tubuh. Lemak trans meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes dan penyakit kronis lainnya. Hasil riset dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa setiap 2% kalori yang dihasilkan lemak trans meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 23%. Para ahli gizi menyimpulkan bahwa lemak trans tidak bermanfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu, sejak 2006 di Amerika Serikat produk makanan yang mengandung lemak trans harus menuliskan dengan jelas kandungan lemak trans di kemasannya. Sampai sekarang, konsumsi makanan yang mengandung lemak trans menurun di Amerika Serikat.

Bersambung..


Tags: Diet, lemak, makanan, Tips

Comments

comments