Apa yang Harus Dilakukan Jika Organ Kewanitaan Mengalami Iritasi Karena Pembalut?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Organ Kewanitaan Mengalami Iritasi Karena Pembalut?

 

Pembalut wanita mengandung plastik, pewangi, dan zat kimia lain yang mungkin menyebabkan iritasi pada organ intim seorang wanita. Hal ini  terutama terjadi pada seseorang dengan kulit sensitif. Jika hal ini terjadi pada anda, berikut ini adalah sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

(Baca juga: Hati-Hati Pembalut Bisa Membuat Iritasi)

Langkah 1

Periksakan segera ke tenaga kesehatan ahli. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan apakah ruam yang  terjadi memang karena iritasi atau alergi. Beberapa jenis infeksi juga dapat memberikan gejala yang mirip. Misalnya infeksi virus herpes, infeksi jamur candida, atau infeksi scabies. Ketiga kondisi ini sama-sama dapat menunjukkan gejala ruam kemerahan, gatal dan rasa nyeri.

Langkah  2

Singkirkan pembalut yang mungkin menjadi penyebab keluarnya ruam. Ganti pembalut dengan produk lain seperti tampon, menstrual cup, atau menstrual pads (pembalut kain).

Langkah 3

Obati dengan obat yang disarankan oleh dokter.  Jangan sembarangan menggunakan obat oles yang dijual dipasaran. Setiap obat oles memiliki tujuan penggunaan yang berbeda. Krim kortikosteroid digunakan untuk ruam karena alergi atau  peradangan, krim antibiotik digunakan jika ada infeksi bakteri dan  krim antijamur digunakan apabila terjadi infeksi jamur yang dipicu oleh penggunaan pembalut.

Langkah 4

Pada saat tidak menggunakan obat oles, gunakan kompres hangat untuk meredakan peradangan pada kulit dan mengurangi rasa nyeri.

Langkah 5

Bersihkan  organ kewanitaan hanya dengan air hangat. Hentikan dulu penggunaan sabun mandi, sabun pembersih organ kewanitaan, maupun produk kimia  lain yang mungkin menyebabkan iritasi semakin parah. Selain itu, sebaiknya juga menghindari mandi berendam dan penggunaan celana yang ketat yang menyebabkan kulit sulit bernapas.

Langkah 6

Kontrol kepada dokter mengenai perkembangan proses penyembuhan yang terjadi. Teruskan penggunaan produk pengganti pembalut (misalnya menstrual pad) untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

(Baca juga: Berbahayakah Pembalut yang Mengandung Klorin?)


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.