Hati- hati Pembalut Bisa Menyebabkan Iritasi!

Hati- hati Pembalut Bisa Menyebabkan Iritasi!

Saat ini ramai diberitakan mengenai hasil investigasi YLKI mengenai diketahuinya 9 pembalut dan 7 jenis pantyliner yang mengandung zat berbahaya klorin. Sejumlah tanggapan pun bermunculan mengenai hal ini. Kemenkes melalui Mentri Kesehatan  Nila Moeleok dan Direktur Jendral Bina Kefarmasian & Alkes Dra. Maura L. Sitanggang telah mengklarifikasi  dan menjamin bahwa kandungan klorin yang ditemukan pada pembalut wanita masih dalam batas aman. Dra. Maura menambahkan bahwa pembalut wanita yang telah memiliki izin edar, pasti telah melalui sejumlah tes untuk membuktikan keamanannya.

YLKI sendiri menyatakan bahwa investigasi mengenai hal ini berawal dari laporan adanya iritasi akibat penggunaan pembalut. Tidak jelas mengapa YKLI menyasar penyelidikan pada zat klorin. Salah satu dugaannya adalah klorin dapat meninggalkan zat sisa berupa dioksin. Padahal iritasi akibat penggunaan pembalut dapat disebabkan oleh banyak komponen, baik itu plastik, lapisan kertas, hingga pewangi yang ada di dalam pembalut.

Kesemua zat yang disebutkan diatas dapat menimbulkan radang pada permukaan kulit  organ kewanitaan. Jenis peradangan yang terjadi dapat tergolong sebagai dermatitis kontak. Dermatitis kontak artinya semua keluhan tersebut disebabkan oleh pajanan zat asing dari luar, baik yang bersifat sebagai proses alergi, atau proses iritasi. Gejala utama dari dermatitis adalah adanya keluhan gatal-gatal, kulit kemerahan, hingga melepuh.

Dermatitis kontak alergi  (DKA)  merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan kulit bersinggungan dengan suatu zat yang menimbulkan reaksi alergi.  Gejala biasanya baru muncul setelah 1 -2 hari pajanan pada zat asing.

Sedangkan Dermatitis Kontak Iritan (DKI) merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan terpaparnya kulit dengan zat asing yang merusak lapisan kulit.  Keluhan akan  muncul segera setelah terkena paparan, berbeda dengan DKA yang memerlukan waktu lebih lama untuk menimbulkan gejala.  Dermatitis kontak iritan inilah yang paling sering terjadi apabila seseorang terpapar zat kimia, misalnya pemutih, pewangi ataupun detergen.

Apabila ditemukan keluhan seperti ini, penggunaan pembalut  harus segera dihentikan. Selanjutnya dokter akan meresepkan obat untuk menghentikan peradangan (kortikosteroid) serta untuk mengurangi rasa gatal (antihistamin). Hindari penggunaan sabun sementara waktu, dan bersihkan organ kewanitaan dengan menggunakan air hangat saja terlebih dahulu.

(Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Organ Kewanitaan Mengalami Iritasi Karena Pembalut?)


Categories: Kesehatan Kulit

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.