Membedah 5 Mitos Seputar Perawatan Kulit

Membedah 5 Mitos Seputar Perawatan Kulit
  1. Krim antipenuaan akan menjaga kulit tetap muda

Saat ini terdapat ratusan krim antipenuaan di pasaran yang mengklaim mampu menghilangkan kerutan. Diantara sejumlah bahan aktif yang diduga mampu menghambat penuaan, retinol merupakan bahan aktif yang telah terbukti secara klinis mampu menghilangkan kerutan. Bahan ini banyak ditemukan pada krim antipenuaan, namun sulit melacak produk mana yang lebih baik. Namun, perlu diingat bahwa cara terbaik untuk mencegah timbulnya kerutan adalah dengan menggunakan sunscreen dan tidak merokok.

  1. Sabun antibakteri baik untuk tubuh

Dalam kondisi normal, kulit kita dilapisi oleh bakteri yang disebut sebagai flora normal. Flora normal ini tidak menyebabkan penyakit, terkecuali mengalami pertambahan jumlah yang sangat banyak. Mandi dengan sabun bertujuan untuk menjaga keseimbangan jumlah flora normal dan mengangkat kotoran. Kedua hal ini sebenarnya sudah cukup dilakukan oleh sabun biasa.

Sabun antibakteri ditujukan untuk membunuh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Banyak ahli justru  mngkhawatirkan resistensi bakteri akibat penggunaan sabun antibakteri, sehingga penggunaan untuk setiap hari tidak disarankan. Para ahli juga mengegaskan bahwa sesungguhnya kunci pencegahan penyebaran penyakit adalah dengan mencuci tangan dengan konsisten dan bukannya dengan mandi dengan  sabun antibakteri.

  1. Makanan berminyak menyebabkan jerawat

Jerawat sering muncul pada orang dengan kulit berminyak, sehingga orang sering mengira makanan berminyak dapat menyebabkan jerawat. Faktanya adalah tidak ada bukti yang ilmiah yang cukup mengenai pengaruh makanan terhadap jerawat.  Mengkonsumsi makanan berminyak seperti french fries atau keripik tidak menyebabkan jumlah minyak di wajah akan meningkat. Namun bekerja ditempat yang menyebabkan percikan minyak dapat memicu jerawat. Jangan lupa untuk segera membersihkan wajah dengan pembersih wajah yang lembut dan bebas alkohol setelah bekerja, pesan Ellen Marmur, dokter kulit dari Mount Sinai Medical Center New York.

  1. Berjemur buruk bagi kulit

Sinar matahari mampu membantu pembentuka vitamin D yang diperlukan  oleh tubuh. Namun, menghabiskan waktu lama dibawah sinar terik matahari memang tidak baik karena dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.  Gunakanlah tabir surya dengan SPF 30 15-30 menit sebelum terpapar terik matahari, dan jangan lupa untuk mengoleskannya jika tabir surya mulai pudar (setelah 2-3 jam atau luntur oleh keringat).

  1. Semakin tinggi SPF pada tabir surya, semakin baik

Pada batas tertentu, penambahan konsentrasi SPF ternyata hanya menambah sedikit manfaat. Para ahli merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan SPF 30 yang dapat menghambah 97% radiasi sinar UVB. Penggunaan tabir surya dengan SPF yang lebih tinggi mungkin bermanfaat jika anda berencana untuk berada di bawah sinar matahari lebih dari 3 jam pada saat sinar matahari sedang terik-teriknya (10.00-14.00). Namun pada kondisi biasa, penambahan SPF ini tidak terlalu bermanfaat.

Baca juga: Perawatan kulit sesuai jenis kulit, cuci muka ternyata cukup satu kali saja


Categories: Kesehatan Kulit

Comments

comments