5 Manfaat Kesehatan yang Diperoleh Pemakan Alpukat vs Yang Tidak Memakannya

5 Manfaat Kesehatan yang Diperoleh Pemakan Alpukat vs Yang Tidak Memakannya

Alpukat memilik kandungan kalori yang rendah dengan nutrisi yang melimpah. Sejumlah vitamin seperti vitamin E, vitamin C, vitamin K, vitamin B kompleks,  karotenoid, folat, serat, zat besi, serta magnesium. Selain itu alpukat juga kaya akan lemak rantai pendek (monsaturated fat) yang baik untuk kesehatan jantung.

Kesemua kandungan nutrisi ini akan bermanfaat untuk kesehatan darah, kulit, pencernaan, jantung otak, fungsi sel,  neuron dan banyak lagi. Dengan semua manfaat ini tak heran alpukat juga dianggap sebagai superfood atau makanan yang memiliki kandungan nutrisi dan manfaat yang luar biasa.

Sebuah penelitian yang  diselenggarakan di Amerika Serikat selama 7 tahun serta melibatkan 17500 orang mengungkap apa saja perbedaan bagi mereka yang mengkonsumsi alpukat dengan yang tidak. Dijamin, setelah mengetahuinya anda tidak akan mau meninggalkan alpukat dalam menu keseharian.

Berikut ini adalah manfaat konsumsi alpukat bagi yang memakannya dibandingkan dengan yang tidak:

  1. Mendapat Intake Nutrisi yang Lebih Banyak

Pemakan alpukat mendapatkan nutrisi yang lebih baik baik berupa 36%  lebih banyak serat, 23% lebih banyak vitamin E, 13% lebih banyak magnesium, 16% lebih banyak potassium, serta 48% lebih banyak vitamin K jika dibandingkan dengan yang tidak memakan alpukat.

  1. Mendapatkan Lebih Banyak Lemak yang Sehat

Pemakan alpukat memiliki 18% lebih banyak jenis lemak baik berjenis monosaturated dan 12% lebih banyak lemak polyunsaturated yang bermanfaat bagi tubuh untuk menyeimbangkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan kardiovaskuler serta bermanfaat untuk metabolisme energi. Jika dinilai dari pemeriksaan darah, diketahui kadar HDL (high density lipoprotein) atau lemak baik pengkonsumsi alpukat juga lebih baik dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsinya.

  1. Pemakan Alpukat Memiliki BMI yang Lebih Ideal

Pemakan alpukat biasanya memiliki berat badan kira-kira 4kg lebih sedikit dibandingkan dengan bukan pemakan alpukat. Jika dinilai dari standar BMI (Body Mass Index), diketahui bahwa pemakan alpukat juga memiliki nilai BMI yang lebih ideal jika dibandingkan dengan yang tidak memakannya.  Lingkar perut pemakan alpukat juga lebih kecil kira-kira 4 cm jika dibandingkan non- pemakan alpukat.

  1. Memiliki Risiko Sindrom Metabolik yang Lebih Rendah

Sindrom metabolik adalah kumpulan gangguan kesehatan yang terdiri dari tekanan darah yang tinggi, gula darah yang tinggi, banyaknya lemak perut dan tingginya kadar kolesterol  jahat LDL (low density lipoprotein). Risiko sindrom metabolik akan meningkat seiring bertambahnya usia. Namun ternyata, para pengkonsumsi alpukat ini memiliki insidensi sindrom metabolik yang lebih rendah hingga hampir setengahnya.

  1. Lebih sehat secara umum

Orang yang mengkonsumsi alpukat lebih sehat secara umum jika dibandingkan dengan yang tidak. Berat badan lebih ideal, kesehatan jantung  yang lebih sehat  serta  kadar kolesterol yang lebih baik.  Orang yang mengkonsumsi alpukat juga mungkin lebih cerdas dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi alpukat karena  otak juga mendapatkan manfaat dari lemak sehat dan nutrisi yang ada pada alpukat.

(Baca juga: Alpukat, Teman Jantung Sehat)

Hampir semua komponen kesehatan umum mendapat pengaruh baik dari konsumsi alpukat. Yakin mau ketinggalan manfaatnya? Jangan lupa memasukkan alpukat kedalam diet harian  baik itu dalam bentuk jus, spread pada roti, guacamole, atau campuran pada salad.

Featured image  courtesy of huffingtonpost.com

Sumber:

This study found 6 key differences between those who ate avocados and those who didn’t

Avocado consumption is associated with better diet quality and nutrient intake, and lower metabolic syndrome risk in US adults: results from the National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) 2001–2008


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.