Agar Makanan Hari Raya Tak Jadi Pisau Bermata Dua

Agar Makanan Hari Raya Tak Jadi Pisau Bermata Dua

Saat ini kita telah hampir tiba di penghujung Ramadan. Hari kemenangan yang ditunggu tidak lama lagi akan menjelang. Salah satu tradisi yang dilakukan saat merayarakan Idul Fitri adalah menyajikan hidangan istimewa seperti opor, rendang serta berbagai kue kering. Sayangnya kebanyakan dari hidangan ini bagaikan pisau bermata dua. Kandungan lemak dan gula yang tinggi justru bisa mengancam kesehatan kita.

Dr. dr. Gaga Irawan Nugraha, SpGK, MGizi, seorang pakar gizi medik menjelaskan bahwa mengkonsumsi hidangan istimewa di hari raya boleh-boleh saja dilakukan bagi seseorang dengan status gizi baik. Sementara untuk orang dengan gangguan metabolik seperti diabetes atau tekanan darah tinggi memang perlu melakukan beberapa penyesuaian (baca selengkapnya disini). Yang pasti beliau berpesan bahwa konsumsi makanan hari raya harus dilakukan dengan arif.

Nah, agar makanan istimewa hari raya tidak jadi pisau bermata dua, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan:

 

Sarapan Oatmeal Sebelum Sholat Id

Sarapan sebelum sholat Id merupakan salah satu sunah yang diajarkan oleh Rasulullah dalam merayakan Idul Fitri. Dengan sarapan, perut akan terasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi cemilan serta makanan lainnya.

Oatmeal merupakan pilihan yang cerdas untuk sarapan pagi di hari raya. Selain bergizi dan mengenyangkan, kandungan serat pada oatmeal juga akan bermanfaat untuk mengikat lemak pada hidangan hari raya yang akan kita makan selanjutnya.

Konsumsi Sayur dan Buah Sebagai Alas Perut

Salah satu anjuran yang diberikan oleh  Dr. dr. Gaga Irawan Nugraha, SpGK, MGizi adalah mengkonsumsi buah dan sayur sebagai cemilan, sekitar 2-3 jam sebelum makan berat. Langkah ini diistilahkan juga dengan “mengalasi perut”. Seperti oatmeal, sayur dan buah juga memiliki kandungan serat yang mampu mengikat lemak. Selain itu, kadungan vitamin dan mineral di dalam buah akan menjaga kita tetap sehat.

Makan sedikit, tapi sering

Makan dalam kuantitas yang banyak sekaligus dapat menyebabkan masalah pada lambung. Semakin besar porsi makanan yang dikonsumsi, semakin lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mencernanya. Sementara makanan dalam porsi yang kecil namun sering. Langkah ini  akan  menjadikan makanan lebih mudah dicerna. Jeda waktu makan yang pendek, atau sekitar 3-4 jam lebih disarankan daripada jeda waktu panjang selama 6-7 jam.

Pilih bahan makanan sehat

Pada saat Idul Fitri, kebanyakan pilihan makanan berbahan dasar hewani. Pilihlah bagian daging yang mengandung sedikit lemak, dan hilangkan sebanyak mungkin lemak yang terlihat.

Saat membuat kue, kurangi kandungan susu dan mentega, serta hati-hati saat memberikan gula. Rasa manis bisa diperoleh dari sumber alami seperti buah atau buah yang dikeringkan.

Kurangi konsumsi garam

Batasi penggunaan garam pada setiap resep. Perkaya rasa makana dengan menggunakan bumbu-bumbu seperti ketumbar, rosemary, merica, cabai atau perasan lemon. Selain mengurangi risiko tekanan darah tinggi, dengan penggunaan rempah tersebut juga kita bisa mendapatkan manfaat antioksidan, vitamin, dan mineral.

Pilih cara memasak yang sehat

Daripada menggoreng makanan, lebih baik untuk memanggang, atau membakarnya. Selain itu jangan sampai memasak terlalu matang  untuk ikan dan sayuran, karena hal tersebut bisa merusak kandungan gizi yang ada didalamnya.


Categories: Gaya Hidup Sehat

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.