Bahaya Mengabaikan Imunisasi

Bahaya Mengabaikan Imunisasi

Sehatmagz – Sampai saat ini, 194 negara menyatakan bahwa imunisasi terbukti aman dan bermanfaat untuk mencegah sakit berat, wabah, cacat dan kematian akibat penyakit berbahaya. Demikian kesimpulan penelitian lembaga-lembaga resmi internasional maupun nasional yang beranggotakan pakar-pakar imunologi, mikrobiologi, epidemiologi, kesehatan masyarakat, biostatistik, farmakologi, penyakit infeksi dan spesialis anak.

Oleh karena itu negara-negara dengan sosial akonomi tinggi maupun rendah, mayoritas penduduk Muslim maupun non Muslim, tetap gencar melakukan imunisasi rutin agar lebih dari 85 % bayi dan balita terlindung dari penyakit-penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Ketua Divisi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi mengatakan, kalau banyak bayi dan balita tidak diimunisasi, akan terjadi wabah, sakit berat, kematian atau cacat. Contohnya wabah polio tahun 2005-2006 dari Sukabumi menjalar ke Banten, Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah dalam waktu beberapa bulan menyebabkan 351 balita lumpuh seumur hidup. Wabah campak 2008-2010 di berbagai daerah menyebabkan 5818 anak dirawat di rumah sakit, 16 meninggal. Wabah difteri di Jawa Timur tahun 2005-2012 menjalar ke Kalimantan menyebabkan 1789 anak dirawat di rumah sakit, lebih dari 94 meninggal dunia.

Untuk mencegah penyakit berbahaya, selain dengan imunisasi perlu pula perlindungan yang bersifat umum dari ASI, makanan pendamping ASI yang lengkap dan seimbang, mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang bayi dan sebelum makan, gunakan air bersih untuk memasak, minum, mandi, serta menjaga kebersihan badan, pakaian, mainan, rumah, dan lingkungan. Namun hal-hal ini tidak menimbulkan kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya, seperti dilansir dari rscm.co.id.

Dengan imunisasi yang lengkap dan teratur, akan timbul kekebalan spesifik yang mampu mencegah penularan wabah, sakit berat, cacat, atau kematian akibat penyakit-penyakit tersebut. Setelah diimunisasi lengkap, seseorang masih bisa tertular penyakit-penyakit tersebut, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya, dan jarang menularkan pada bayi-balita lain sehingga tidak terjadi wabah.


Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.