Bakar Kalori dari Kursi Sofa, Kok Bisa?

Bakar Kalori dari Kursi Sofa, Kok Bisa?

Walaupun kita tidak sedang berolahraga, misalnya  saja saat kita sedang duduk-duduk di sofa sambil bermain gitar, bekerja, atau sekedar mengikat tali sepatu kita tetap menghabiskan energi. Hal ini dikenal dengan istilah nonexercise activity thermogenesis (NEAT) atau pembakaran kalori melalui aktivitas non-olahraga. Menurut Dr. James Levine, peneliti dari Mayo Clinic yang telah melakukan riset mengenai hal ini sejak 2004, seringkali NEAT berkontribusi lebih besar dalam membakar kalori dibandingkan olahraga yang sesungguhnya.

Lemak tubuh merupakan sisa kelebihan energi (kalori) yang masuk dibandingkan energi yang dihabiskan. Simpanan lemak kita hakikatnya merupakan simpanan energi. Orang langsing diperkirakan membawa simpanan energi untuk 2-3 bulan, sementara orang gemuk diperkirakan membawa simpanan energi untuk 1 tahun. Menjaga keseimbangan kalori yang masuk dan yang keluar merupakan resep sederhana menjaga tubuh tetap langsing.

Secara umum tubuh kita menghabiskan energi untuk tiga keperluan; kebutuhan basal, untuk membakar makanan,  dan beraktivitas. Energi untuk kebutuhan basal adalah energi yang dihabiskan untuk menjalankan fungsi dasar tubuh, misalnya untuk mengedarkan darah dan bernafas. Sementara energi yang digunakan untuk mencerna  makanan, menghabiskan 10-15% kalori yang kita miliki. Protein merupakan jenis makanan yang paling banyak menghabiskan energi untuk dicerna, diikuti oleh karbohidrat dan lemak. Dengan mengkonsumsi lebih banyak protein, jumlah energi yang dihabiskan juga lebih banyak. Terakhir, energi digunakan untuk beraktivitas. Oleh para ahli, jenis aktivitas dibagi 2, yaitu aktivitas olahraga dan dan aktivitas non-olahraga (nonexercise activity) . Ternyata aktivitas ini menghabiskan energi hingga sebanyak 15-50% total energi, bergantung aktivitas apa yang kita lakukan..

Dalam penelitiannya, Dr. Levine memmbuktikan bahwa dengan melakukan NEAT, bisa diperoleh perbedaan pembakaran hingga 2000 kalori per hari diantara dua orang dengan ukuran yang sama. Sebuah penelitian yang mengukur faktor NEAT diantara orang yang langsing dan orang yang gemuk (keduanya memiliki pekerjaan yang sama dan menjalani gaya hidup sedenter) menemukan bahwa orang gemuk duduk 2.5 jam lebih lama dibandingkan dengan orang yang kurus. Dan orang yang kurus berdiri dan berjalan rata-rata 2 jam lebih banyak dibandingkan orang gemuk.

Secara alamiah kita mungkin mengira bahwa orang gemuk mengalami kesulitan dalam menggerakkan tubuhnya, sehingga lebih sedikit melakukan aktivitas. Guna mematahkan pendapat ini, peneliti lalu melakukan percobaan dengan tikus. Hasil percobaan menunjukkan bahwa walaupun sudah menjadi kurus, tikus dengan bawaan gemuk tetap lebih sedikit melakukan aktivitas. Hal ini diduga karena adanya faktor genetik yang menyebabkan tikus yang gemuk resisten pada  hormon Orexin. Hormon Orexin  ini merupakan hormon yang memicu seseorang untuk lebih aktif apabila dirinya menyadari bahwa terdapat peningkatan masukan energi (misalnya saja saat kita makan lebih banyak setelah menghadiri pesta).

Walaupun terdapat faktor genetik yang berperan, kita tetap dapat memanfaatkan  NEAT  dengan melakukan modifikasi pada lingkungan. Kita dapat melatih diri kita sendiri untuk meningkatkan faktor NEAT kita setiap harinya. Berjalanlah saat menerima telepon.  Berjalanlah ke ruangan teman kantor untuk mengirimkan file, dibandingkan mengirim email. Cobalah lebih banyak mengerjakan pekerjaan rumah. Pada intinya, cobalah lakukan berbagai macam hal yang dapat memotong waktu yang kita habiskan untuk duduk atau tiduran saja, tidak harus berupa olahraga.

Dikutip dari shapefit.com, jika berat badan anda 65kg, dengan melakukan bersih-bersih rumah selama 60 menit non-stop kita akan menghabiskan 244 kalori, sementara melakukan senam aerobik high-impact akan menghabiskan 270 kalori. Nah, tidak jauh beda kan? So let’s move it! Ayo bakar kalori dari aktivitas sehari-hari!


Comments

comments