Belajar Yoga, Mengapa Tidak?

Belajar Yoga, Mengapa Tidak?

Yoga merupakan salah satu bentuk olahraga yang saat ini banyak  diminati oleh masyarakat perkotaan. Pada saat menjalankan olahraga yoga, seseorang diidentikkan sedang dalam keadaan tenang, sebuah kondisi yang makin sulit ditemui ditengah hingar bingar perkotaan dewasa ini.

Sekitar tahun 2013 sempat beredar kabar bahwa yoga diharamkan oleh MUI sehingga membuat umat Islam yang ingin mencobanya merasa gamang. Dalam klarifikasinya MUI menjelaskan bahwa yoga yang diharamkan adalah yoga yang didalamnya terdapat unsur-unsur agama lain (hindu) dimana pelakunya diminta untuk membaca-baca mantra. Sementara yoga yang semata bertujuan untuk olahraga hukumnya adalah mubah (dibolehkan).

Jika anda saat ini memikirkan untuk menjadi seorang yogi, ada baiknya anda menyimak ulasan berikut ini. Kita akan menyelami apa itu yoga, dan manfaat-manfaatnya. Semoga setelah ini semakin semangat ya untuk mencoba!

Mengenal Hatha Yoga

Ada beberapa jenis yoga, salah satu yang paling popular adalah hatha yoga. Hatha berasal dari kata ha (matahari) dan tha (bulan).  Konsep yang dianut oleh Hatha Yoga adalah menyeimbangkan dua kekuatan yang berlawanan di dalam tubuh, seperti kekuatan maskulin dengan kekuatan feminin, sisi kiri dengan sisi kanan, tarikan napas dengan hembusan napas, kesenangan dengan kesedihan, dan seterusnya hingga mengembalikan tubuh ke kondisi alaminya yang seimbang. Pesan yang ingin disampaikan oleh yoga jenis ini adalah seseorang harus biasa menguasai tubuhnya sendiri sebelum menguasai pikirannya.

Hatha Yoga merupakan yoga yang lebih mengutuamakan gerakan fisik ketimbang gerakan meditatif. Latihan ini memfokuskan pada pranayamas (latihan pernapasan), yang kemudian diikuti oleh ofasanas (postur yoga) dan diakhiri dengan savasana (periode istirahat). Tujuan dari latihan yoga ini  adalah untuk menantang diri kita secara fisik, namun tidak berlebihan. Melalui berbagai macam posisi tubuh yang disertai dengan cara bernapas yang benar akan meningkatkan kekuatan, kelenturan, meningkatkan konsentrasi, dan memberikan energi pada tubuh.

Meningkatkan kebugaran

Yoga terkenal oleh dengan kemampuannya meredakan ketegangan dan kekhawatiran pada pikiran dan tubuh. Namun tidak hanya sampai disitu, yoga juga dapat meningkatkan kemampuan berolahraga seseorang.

Para peneliti meneliti sekelompok individu yang belum pernah berlatih yoga sebelumnya. Setelah 8 minggu berlatih yoga setidaknya dua kali seminggu dengan total 180 menit, para peserta ternyata menunjukkan peningkatan kekuatan otot, fleksibilitas dan kebugaran kardiovaskuler.

Manfaat Kardiovaskular

Sejumlah beberapa penelitian kecil telah menemukan bahwa yoga memilik efek kardiovaskuler positif, salah satunya  berupa penuruan tekanan darah pada pasien hipertensi. Dengan berlatih yoga, sensitivitas baroreseptor seseorang akan meningkat. Reseptor ini akan membantu tubuh mengenali ketidakseimbangan tekanan darah dan membantu menciptakan keseimbangan.

Sebuah penelitian lain menemukan bahwa berlatih yoga dapat memperbaiki  profil lipid baik pada pasien sehat maupun dengan pasien gangguan kardiovaskuler. Yoga juga membantu penurunan gula darah pada pasen DM tipe II dan menurukan kebutuhan pengobatan. Hal ini mungkin salah satunya disebabkan seseorang menjadi lebih berkonsentrasi saat memilih makanan yang baik baginya.  Yoga saat ini dimasukkan kedalam program rehabilitasi kardiologi karena manfaat kardiovaskuler dan kemampuan melepaskan stressnya.

Makan dengan Perhatian

Latihan yoga telah terbukti membantu seseorang untuk lebih fokus, bukan hanya saat latihan, namun juga pada saat-saat lain dalam hidup. Salah satunya adalah saat memilih makanan. Para ahli saat ini membagi seorang pemakan menjadi pemakan yang mampu berkonsentrasi atau berhati-hati (mindful eater) dan pemakan yang sembarangan (mindless eater).

Selain itu, orang yang berlatih yoga juga memiliki kemampuan untuk mengontrol dirinya agar tidak makan didasarkan oleh emosi saja, misalnya makan terlalu banyak saat sedang stress. Sejumlah pertanyaa disusun dalam kuisioner  bagi para yogi untuk mengetahui apakah seseorang tergolong sebagai pemakan dengan kesadaran atau bukan:

  • Apakah tetap makan walaupun sedang kenyang (disinhibition)
  • Apakah sadar mengenai penampilan, rasa dan bau makanan
  • Apakah makan sebagai respon pada pandangan dan bau makanan
  • Apakah makan pada saat sedih atau stress (emotional eating)
  • Apakah dapat makan pada saat terganggu oleh banyak hal

Menjaga dan Menurunkan Berat Badan

Orang yang berlatih yoga  akan menjadi orang yang pemakan yang sadar akan lebih serasi dengan sinyal yang dikirimkan tubuh. Orang tersebut akan lebih sensitif pada petunjuk lapar dan perasaan kenyang.

Para peneliti menuemukan bahwa orang yang berlatih yoga untuk minimal 30 menit per minggu selama 4 tahun, akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit pada saat usia 30-40an. Sementara responden yang overweight akan mengalami penurunan berat badan. Secara umum, para pelaku yoga memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan populasi kontrol yang tidak melakukan yoga. Peneliti menyebutkan hal ini berkaitan dengan mindfulness. Makan dengan kesadaran akan meningkatkan hubungan positif antara proses makan dan memilih makanan.

Citra Tubuh yang Lebih Baik

Yoga menyebabkan kita memilki kesadaran internal. Latihan ini akan memfokuskan perhatian pada kemampuan tubuh pada saat ini. Yoga membantu kita menembangkan pernapasan dan menguatkan kekuatan pikiran dan tubuh, dan bukan memfokuskan pada tampilan tubuh.

Studio yoga seringkali tidak dilengkapi dengan kaca. Dengan ini setiap orang dapat  fokus kedalam dirinya, dibandingkan terlalu memikirkan bagaimana posisi yang benar. Penelitian membuktikan para pelaku yoga memilki kesadaran yang lebih baik mengenai dirinya dibanding orang yang tidak berlatih yoga. Mereka juga merasa lebih puas dan dan lebih jarang mencela tubuhnya sendiri. Karena hal ini, yoga juga dimasukkan kedalam terapi gangguan makan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan citra tubuh.

Nah sekarang, apakah anda semakin tertarik berlatih yoga? Jika ya, selamat mencoba!

Namaste!

Sumber: www.health.harvard.edu

Sumber gambar: www.ameemoosays.com


Comments

comments