Cegah Pikun dengan Brain Healthy Lifestyle

Cegah Pikun dengan Brain Healthy Lifestyle

Seiring bertambahnya usia, berbagai fungsi tubuh akan menurun. Tidak terkecuali  salah satunya adalah fungsi memori. Sering lupa atau pikun  menjadi satu tanda penuaan yang sering kita temukan. Dalam istilah kedokteran, pikun dikenal juga dengan istilah demensia. Masalah yang satu ini, jika sudah terjadi, dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya serta orang disekitarnya. Namun ternyata, jika kita perhatikan, tidak semua orang tua mengalami pikun. Ada diantaranya yang masih memiliki ingatan yang baik. Kebiasaan dan gaya hidup yang berbeda ikut berpengaruh mengapa ada yang bisa mempertahankan fungsi memorinya dan ada yang tidak.

Berikut ini adalah sejumlah kebiasaan yang bisa membantu kita terhindar dari risiko pikun atau demensia:

  1. Olahraga Kardio

Pada saat kita berolahraga, terutama olahraga kardio,  jantung akan memompa oksigen dan zat gizi untuk sel otak. Tubuh juga kemudian memproduksi faktor neurothropic yang akan meningkatkan pertumbuhan dendrit yang menghubungkan antara satu sel otak dengan sel otak lainnya. Cara kerja faktor ini bisa dianalogikan dengan cara kerja pupuk yang menyuburkan tanaman. Gary Small, profesor ahli penuaan dari UCL A menjelaskan bahwa seseorang tidak perlu berolahraga berat untuk mendapatkan manfaat olahraga pada otak. Sebuah penelitian menemukan bahwa berjalan cepat 90 menit sudah cukup untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

Olahraga kardio adalah jenis olahraga yang dapat meningkatkan detak jantung kita. Contoh olahraga kardio antara lain adalah jalan cepat, berlari, bersepeda, dan senam.

  1. Makan Sehat

Otak membutuhkan nutrisi yang baik agar terhindar dari kerusakan. Makanan kaya akan protein, sayur dan buah dikatakan mampu mengurangi resiko demensia, terutama demensia akibat vaskular. Selain itu, suplemen seperti asam folat, vitamin D, vitamin B12 diketahui dapat memperbaiki fungsi otak. Hal ini dikarenakan terjadinya penurunan kadar homosistein dalam darah.

Penelitian mengenai ginko biloba, konenzim Q10 pada pencegahan demensia belum menunjukkan hasil yang memuaskan, namun sejumlah penelitian mengklaim bahwa ginko biloba dapat memperbaiki peredaran darah ke otak.

  1. Stimulasi Mental

Jika anda menggunakan fungsi intelektual dengan mempelajari hal-hal baru secara terus-menerus memiliki kemungkinan yang lebih kecil mengalami demensia. sehingga sangat penting menggunakan otak secara aktif, “use it or lose it”. Stimulasi mental terbaik meliputi berbagai aktivitas yang memerlukan komunikasi, interaksi, dan perencanaan. Stimulasi lain seperti belajar bahasa asing, bermain musik, membaca buku, melukis, mencoba mengulang pelajaran, mengikuti permainan matematika, puzzle, dapat melatih otak dan membuat dan mempertahankan asosiasi kognitif.

  1. Tidur yang Berkualitas

Tidur yang berkualitas akan membiarkan otak untuk beristirahat. Selain itu, tidur yang baik juga diketahui memperbaiki mood dan mengurangi depresi. Jika anda mengalami gangguan tidur, akan kecendrungan menimbulkan gangguan pada kemampuan menyimpan dan me-recall informasi.

  1. Manajemen Stress

Selalu berfikir positif akan mengurangi beban otak yang pada akhirnya otak berada dalam keadaan relaks.

  1. Aktif dalam Kehidupan Sosial

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu yang bersoasialisasi aktif lebih jarang mengalami demensia karena dengan bersosialisasi fungsi kognisi dan memori akan lebih sering terpakai. alternatifnya adalah dengan bepergian/berlibur.


Categories: Gaya Hidup Sehat, Penuaan

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.