Hati-Hati! Asik Dengan Pornografi, Bikin Otak Jadi Menyusut!

Hati-Hati! Asik Dengan Pornografi, Bikin Otak Jadi Menyusut!

Baik secara agama maupun etika, kita telah mahfum bahwa konsumsi pornografi merupakan hal yang tidak dibenarkan. Selain itu ternyata konsumsi konten pornografi secara intens dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan, terutama otak.

Lebih jauh lagi,  mengkonsumsi pornografi juga dapat menyebabkan  perubahan perilaku dan mental yang berdampak pada performa seseorang dalam membina hubungan maupun beraktivitas.

Sejumlah penelitian sudah dilakukan untuk mendata bagaimana kecanduan pornografi mempegaruhi otak seseorang. Berikut ini adalah sejumlah rangkuman mengenai bagaimana pornografi mempengaruhi  otak seseorang:

Menyusutnya Bagian Otak 

Para peneliti dari Max Planck Institute Berlin menemukan bahwa terdapat bagian otak  (striatum) yang biasanya aktif pada saat orang merasa termotivasi atau dihargai, menjadi menyusut dan bekerja kurang efektif. Pria yang sering mengkonsumsi konten porno, memilki volume otak yang lebih kecil dan koneksi yang lebih sedikit pada striatumnya. Bagian otak yang sama juga menyusut pada orang yang mengalami depresi atau mengalami kecanduan alkohol.

Hasil temuan ini menimbulkan asumsi yang berbeda, antara yang berpendapat bahwa mengkonsumsi konten porno menyebabkan perubahan struktur otak, atau sebaliknya. Orang yang memilki tipikal struktur otak tersebut, seperti pada orang yang depresif cenderung menkonsumsi  konten pornografi.

Desensitasi  Neurotransmitter Otak Dopamin
Berhubungan seksual  atau menonton pornografi sama-sama menyebabkan dilepaskannya neurotransmitter dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter yang bertanggungjwab untuk mekanisme reward dan  kesenangan. Namun, pelepasan dopamin terus menerus akan menyebabkan tubuh memerlukan jumlah dopamin yang lebih tinggi untuk memberikan efek kesenangan yang sama.

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry pada 2014 menemukan bahwa menngkonsumsi pornografi secara berlebihan akan menumpulkan respon kepada stimulasi seksual seiring berjalannya waktu.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada Psychology Today menemukan bahwa dengan lonjakan  dopamin yang terbiasa tinggi ini menyebabkan pengguna pornografi membutuhkan pengalaman yang lebih ekstrem untuk merasakan gairah seksual.

Pecandu Pornografi Memiliki Otak Seperti Pecandu Narkoba

Pada saat pecandu pornografi menonton konten berbau porno, bagian “ketergantungan” pada otak menyala pada saat di scan, demikian hasil temuan para peneliti dari Cambridge University.

Setahun kemudian, penelitian dari universitas yang sama menemukan bahwa pecandu pornografi yang menonton konten porno sejak usia belia  memiliki tiga bagian otak yang lebih aktif dibandingkan dengan rekannya yang tidak kecanduan.

Bagian tersebut antara lain adalah ventral striatum, dorsal anterior cingulate and amygdala. Ventral striatum adalah bagian otak yang  memproses reward dan motivasi, sementara bagian dorsal anterior cingulata merupakan bagian yang aktif dalam mengharapkan imbalan dan aktif pada saat sakaw. Sementara amygdala dalaha bagian otak yang berperan dalam memproses penting tidak nya suatu kejadian dan emosi.

Pertanyaan  lain yang muncul adalah apakah dengan mengkonsumsi konten pornografi dapat menjadikan hubungan dengan pasangan menjadi lebih hangat atau justru menyebabkan keretakan hubungan?

Hasil yang didapatkan dari studi yang ditemukan di Journal of Sex tahun 2012  menyatakan bahwa ternyata wanita yang sedang menjalani hubungan dengan pria yang kecanduan pornografi merasa kurang bahagia daripada dengan  pria yang tidak terlalu sering mengkonsumsi konten pornografi.


Categories: Gaya Hidup Sehat

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.