Hati-hati, Salah Olah Makanan Ini Membuat Kita Kehilangan Kandungan Gizi Penting!

Hati-hati, Salah Olah Makanan Ini Membuat Kita Kehilangan Kandungan Gizi Penting!

Hati-hati, jangan sampai salah mengolah makanan, salah olah dapat menyebabkan kita kehilangan zat gizi penting dalam makanan yang kita konsumsi. Yuk, kita cek apa saja golden rules-nya untuk mengolah makanan dibawah ini!

Wortel

Wortel merupakan sayuran yang sering kita tambahkan pada sup, gado-gado atau tumisan sehari- hari. Kira-kira cara memasak apa ya yang paling baik untuk mengolah wortel? Merebus, mengukus atau menggoreng ya?

Merebus wortel secara umum lebih baik dibandingkan dengan cara masak yang lain, hal ini disebabkan dengan merebus jumlah vitamin C dan jumlah karotenoid yang dikandung akan lebih banyak, walaupun menghilangkan kandungan polyphenol didalamnya. Sementara sebaliknya, mengukus wortel menyebabkan wortel  kehilangan kandungan vitamin C dan karetenoid, dan menahan kandungan asam fenol yang dikandungnya. Sementara menggoreng wortel  merupakan pilihan yang paling tidak dianjurkan, karena menyebabkan kehilangan nutrisi yang paling banyak.

Memotong-motong wortel akan menambah jumlah permukaan yang menyebabkan jumlah zat gizi yang terlarut akan semakin banyak. Usahakan memasak wortel dalam keadaan utuh, baik saat mencuci, maupun memasaknya. Potonglah wortel saat sudah selesai direbus. Penelitian oleh Dr. Kristen Brandt menyebutkan bahwa dengan merebus dalam keadaan utuh, kita mempertahankan kadar falcarinol 25% lebih banyak pada wortel. Falcarinol merupakan kandungan gizi pada wortel yang diketahui mampu menghambat pertumbuhan kanker pada hewan coba.

Brokoli

Brokoli merupakan jenis sayuran yang  baik bagi tubuh. Sejumlah penelitian menyebutkan khasiatnya untuk memerangi  baik kanker payudara maupun kanker kulit. Namun, salah memasak bisa menyebabkan kita kehilangan manfaat melawan kanker yang dimilikinya. Mengukus brokoli merupakan cara masak yang paling dianjurkan. Dengan mengukus, kandungan glucosinolates brokoli meningkat hingga 30%. Sementara merebus dan menggorengnya akan menyebabkan kehilangan zat gizi ini, bahkan menggoreng dapat menyebabkan kehilangan kandungan glucosinolates hingga 84%.

Teh

Bagaimana anda biasanya meminum teh? Panas, legi , kentel? Atau mungkin anda lebih suka teh susu? Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa menambahkan susu kedalam teh ternyata  akan menyebabkan teh kehilangan zat gizi yang dapat menurunkan risiko sakit jantung. Selain itu para peneliti juga menyarankan untuk menambahkan buah kaya vitamin C saat meminum green tea, hal ini karena vitamin C akan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat gizi yang dikandung oleh teh.

Bawang Putih

Dibandingkan hanya dimemarkan, ternyata bawang putih akan lebih baik bila kita ulek lo! Sebuah penelitian menyebutkan bahwa  menggerus bawang dan membiarkannya selama 10 menit akan menyebabkan bawang mengeluarkan enzim bernama allicin yang bermanfaat untuk menurunkan risiko serangan jantung. Enzim ini akan menyebabkan platelet yang mungkin membentuk sumbatan lebih tidak lengket satu sama lain, dan berjalan dengan lancar dalam pembuluh darah.

Salad dressing 

Makan banyak sayuran tentu bermanfaat untuk kesehatan. Nah, untuk menemani sayuran yang hendak kita makan, kira-kira apa yang akan anda pilih, salad dressing dengan kandungan lemak atau tanpa kandungan lemak? Kebanyakan tentu akan memilih salad dressing tanpa kandungan lemak, dengan anggapan jangan sampai maksud hati ingin kurus dengan banyak makan sayur, eh  malah jadi gendut gara-gara lemak di salad dressing-nya. Namun, sebuah penelitian justru membuktikan bahwa tidak ada salahnya menggunakan salad dressing yang mengandung lemak. Alasannnya antara lain; selain meningkatkan cita rasa, salad dressing dengan kandungan lemak akan membuat kita merasa lebih kenyang. Lebih penting lagi, kandungan lemak  tersebut juga memudahkan penyerapan sejumlah kandungan gizi  (lutein, lycopene, beta-carotene and zeaxanthin) dalam sayur yang kita makan.

Apel dan Pir 

Makan buah-buahan yang matang dan manis  tentu rasanya lebih enak dibandingkan buah yang masih mentah. Selain itu, membiarkan buah sedikit lebih matang akan menyebabkan  peningkatan jumlah  klorofil yang dipecah, hal ini akan   menyebabkan antioksidan  aktif yang terkandung di dalam buah semakin melimpah. Antioksidan ini akan membantu melawan radikal bebas yang dapat memicu kanker dan penurunan kekebalan tubuh.


Comments

comments