Hati-hati Kebutaan Mendadak Akibat Mengonsumsi Oplosan!  

Hati-hati Kebutaan Mendadak Akibat Mengonsumsi Oplosan!   

Seperti yang telah khalayak ketahui, minuman keras (miras) merupakan minuman yang berbahaya bagi tubuh. Minuman beralkohol ini berpotensi merusak komponen tubuh mulai dari satuan yang paling sederhana, yaitu sel. Kerusakan sel akan meluas hingga mengganggu fungsi tubuh, seperti sistem syaraf, sistem pencernaan, bahkan menyebabkan henti nafas. Namun, ada satu dampak destruktif alkohol yang, walaupun tidak mengancam jiwa, dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis, yaitu kebutaan.  Alkohol dapat merusak syaraf pada mata, sehingga pandangan menjadi buram dan lama-kelamaan dapat hilang secara total. Dalam dunia medis, keadaan ini dikenal dengan nama Toxic Optic Neuropathy (TON).

Minuman keras yang banyak dijual mengandung alkohol jenis ethanol (C2H5COOH) dengan kadar yang bervariasi. TON biasanya disebabkan oleh miras yang telah dicampur/dioplos dengan methanol (CH3COOH), yaitu senyawa alkohol yang banyak dimanfaatkan untuk kepentingan industri, seperti bahan campuran cat dan cairan penghilang pernis. Methanol dan ethanol mempunyai rasa dan bau yang hampir sama, namun methanol dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih murah. Untuk mengakali mahalnya harga miras ethanol, para penenggak miras dengan kocek terbatas lebih memilih untuk mengoplos keduanya, atau membeli miras oplosan yang satu botolnya dihargai kurang dari 50 ribu rupiah. Tindakan mengoplos miras ini sangat beresiko karena dampak methanol bagi tubuh jauh lebih berbahaya daripada ethanol.

Bahaya methanol baru muncul setelah melewati proses metabolisme. Di dalam tubuh, methanol akan diubah oleh enzim liver menjadi formaldehid dan asam format. Formaldehid merupakan nama lain dari formalin, yaitu bahan pengawet yang beracun bagi tubuh. Asam format dapat mengurangi vitamin B yang berguna bagi fungsi syaraf mata dan menyebabkan kerusakan syaraf mata. Gangguan penglihatan yang muncul dapat bervariasi, tergantung kadar methanol yang diminum. Penderita biasanya mengeluh adanya titik buram di tengah-tengah penglihatannya. Lama-kelamaan titik buram ini akan meluas sehingga menutupi seluruh pandangan. Selain itu penderita juga mengeluh warna-warna tertentu menjadi buram, sehingga sulit membedakan warna satu dengan yang lainnya. Gejala-gejala ini dapat muncul secara perlahan maupun tiba-tiba.

Dalam konsumsi methanol dengan kadar yang cukup besar, dapat terjadi kebutaan yang permanen. Penderita hendaknya mendapat pertolongan medis secepatnya. Penanganan yang cepat akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah penglihatan akan kembali normal, terjadi penurunan fungsi penglihatan yang permanen,  atau terjadi kebutaan. Kesulitannya adalah, penderita biasanya terlalu mabuk untuk menyadari penglihatannya terganggu, sehingga terlambat ditangani. Dalam keadaan ini, penderita sangat memerlukan bantuan orang lain untuk merespon cepat dengan membawanya ke rumah sakit.

Mata adalah jendela dunia. Di dalam bola mata yang begitu kecil, terdapat peran yang begitu berharga dalam menunjang kehidupan. Sayangi hidup anda, sayangi penglihatan anda. Jangan sampai kenikmatan sesaat dari minuman keras  oplosan merenggut itu semua.

 Disusun oleh: dr. Dicky K. Gumilang


Comments

comments