Kata Siapa BAB Harus Setiap Hari? Cek Mitos dan Fakta Seputar Sembelit Disini!

Kata Siapa BAB Harus Setiap Hari? Cek Mitos dan Fakta Seputar Sembelit Disini!

Keluhan sulit buang air besar merupakan salah satu keluhan yang ditemukan di ruang praktik dokter. Hal ini dapat merupakan tanda dari masalah yang lebih besar, misalnya saja adanya obstruksi pada usus karena tumor, atau adanya gangguan gerakan pada usus. Namun, lebih sering masalah ini merupakan masalah yang dan timbul akibat persepsi yang salah mengenai buang air besar. Nah, berikut ini tersaji sejumlah mitos dan fakta yang bisa anda baca terlebih dahulu sebelum berkonsultasi dengan dokter anda.

  1. Mitos: Setiap hari Anda harus buang air besar.

Frekuensi buang air besar yang normal bervariasi antar individu. Meskipun lazimnya dilakukan setiap hari, tidak masalah jika Anda mengalaminya 2-3 hari sekali. Seseorang disebut mengalami konstipasi bila frekuensi buang air besarnya kurang dari 3 kali tiap minggu, dan konstipasi berat bila frekuensinya kurang dari 1 kali tiap minggu.

  1. Mitos: Konstipasi menyebabkan penumpukan racun dan munculnya penyakit.

Beberapa orang beranggapan bahwa konstipasi menyebabkan racun dari kotoran terserap oleh tubuh. Mereka juga meyakini bahwa konstipasi dapat menimbulkan penyakit seperti radang sendi, asma dan kanker kolon. Namun demikian, tidak terdapat bukti klinis bahwa kotoran yang ada dalam tubuh kita memproduksi racun dan dapat menimbulkan penyakit di atas.

  1. Mitos: Konstipasi berarti Anda hanya membutuhkan serat lebih banyak.

Memperbanyak asupan serat memang dapat membantu mengatasi konstipasi yang Anda alami. Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah konsumsi cairan! Anda perlu berhati-hati bila mengalami konstipasi lebih dari 2 minggu. Periksakan diri Anda ke dokter bila Anda mengalami konstipasi kronik, disertai nyeri perut, adanya lendir dan darah, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  1. Fakta : Minuman dan makanan produk olahan dari susu dapat menyebabkan konstipasi.

Bila Anda mengalami intoleransi laktosa, mengonsumsi produk olahan dari susu dapat menyebabkan konstipasi. Sebuah penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kejadian konstipasi pada anak dengan intoleransi laktosa. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

  1. Fakta: Permen karet yang tertelan dapat menyumbat saluran pencernaan.

Meskipun sangat jarang terjadi, menelan permen karet dapat menyumbat saluran pencernaan Anda dan menyebabkan konstipasi, terutama bila dalam jumlah besar dan disertai benda-benda lain yang tidak dapat dicerna tubuh. Hal ini mungkin terjadi pada anak kecil. Namun, pada sebagian besar orang, menelan permen karet dalam ukuran yang lazim tidaklah berbahaya, karena permen karet yang tertelan tersebut dapat dikeluarkan dari tubuh sebagaimana makanan lainnya.

  1. Fakta: Pergi liburan dapat menyebabkan konstipasi.

Bepergian dapat mengubah kebiasaan sehari-hari Anda, termasuk pola makan dan kebiasaan buang air besar. Sedikit tips yang dapat Anda lakukan saat bepergian untuk mencegah konstipasi: perhatikan asupan cairan, perbanyak aktivitas fisik, kurangi konsumsi alkohol serta pastikan Anda mengonsumsi buah dan sayuran.

  1. Fakta: Mood dapat mempengaruhi keteraturan buang air besar.

Depresi dapat memicu terjadinya konstipasi atau bahkan memperburuknya. Kurangi tingkat stress Anda dengan meditasi, yoga, dan teknik relaksasi lainnya.

  1. Mitos: Menahan buang air besar tidak menimbulkan masalah.

Anda mungkin merasa terlalu sibuk dengan pekerjaan Anda sehingga mengabaikan sinyal dari tubuh untuk buang air besar. Penundaan ini selain membuat Anda tidak nyaman, juga dapat menyebabkan konstipasi dengan melemahkan “sinyal” buang air besar. Jadi, tidak peduli kapanpun panggilan alam itu muncul, segeralah meresponnya!

  1. Fakta: Obat-obatan dapat menyebabkan konstipasi.

Mengonsumsi beberapa obat untuk mengatasi nyeri, depresi, tekanan darah tinggi, Parkinson, serta suplemen kalsium dan besi dengan kadar tinggi berkorelasi dengan kejadian konstipasi. Tanyakan lebih lanjut dengan dokter Anda bila saat ini Anda sedang mengonsumsi obat-obatan di atas.

  1. Mitos: Semua jenis serat itu sama.

Mengonsumsi makanan yang mengandung serat membantu Anda tetap merasa kenyang dan teratur buang air besar. Serat yang tidak dapat larut (insoluble fiber) dapat membantu mengatasi masalah konstipasi dengan membentuk massa dan mempercepat waktu transit makanan di usus. Sumber yang baik untuk jenis serat ini antara lain roti gandum utuh, pasta dan sereal. Sedangkan serat yang dapat larut air (soluble fiber), sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol, dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan polong-polongan.

  1. Fakta: Berolahraga membuat buang air besar tetap teratur

Kurang berolahraga dapat menyebabkan konstipasi. Olahraga dapat membuat aktivitas saluran pencernaan Anda semakin teratur dan mengurangi stres. Setelah makan besar, tunggu minimal 1 jam sebelum berolahraga untuk memberikan kesempatan tubuh Anda mencerna makanan.

  1. Mitos: Kopi dapat mengatasi konstipasi

Benar memang, kafein dalam kopi dapat merangsang otot-otot yang ada di dalam saluran cerna Anda untuk berkontraksi, sehingga menyebabkan buang air besar. Akan tetapi, kopi ternyata membuat kotoran semakin keras untuk dikeluarkan, karena ia termasuk bahan diuretik sehingga menarik air keluar. Jadi, bila Anda mengalami konstipasi, hindari kopi dan bahan diuretik lainnya seperti alkohol, teh yang mengandung kafein dan cola.

  1. Mitos: Minyak jarak adalah obat yang ampuh untuk konstipasi

Minyak jarak termasuk pencahar kuat yang tidak boleh diberikan dalam jangka panjang seperti halnya jenis pencahar lain. Penggunaan pencahar yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk menyerap nutrien dan beberapa jenis obat. Minyak jarak dapat menimbulkan kerusakan pada otot, saraf dan jaringan saluran cerna sehingga justru akan menyebabkan konstipasi bila digunakan berlebihan. Gunakanlah dengan petunjuk dokter.

  1. Mitos: Irigasi kolon bermanfaat untuk konstipasi.

Enema dan irigasi kolon secara sementara dapat membantu mengeluarkan kotoran dari saluran cerna, tetapi bukan merupakan cara yang efektif untuk mencegah dan mengobati konstipasi. Penggunaan enema secara berlebihan justru dapat menyebabkan konstipasi pada mereka yang telah memiliki pola buang air besar teratur. Irigasi kolon dapat menimbulkan kerusakan pada kolon dan menyebabkan efek merugikan lainnya. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter!


Comments

comments