Kenapa Calon Ayah Harus Berhenti Merokok?

Kenapa Calon Ayah Harus Berhenti Merokok?

Halo para calon ayah! Tahukah anda, salah satu kado termanis apa yang bisa anda berikan kepada anak anda kelak? Berhenti merokok. Ya, betul: berhenti merokok!

Kebanyakan para calon ayah berjanji  akan berhenti merokok saat sudah punya anak. Hal tersebut merupakan hal yang baik dan patut di apresiasi.  Namun ternyata, hal ini harus dimulai jauh sebelum anak dilahirkan, yaitu sebelum  proses pembuahan dan kehamilan.

Hasil penelitian yang pernah di publikasikan di Kongres Internasional European Respiratory Society (ERS) di Munich, Jerman menjadi alasannya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa asma non-alergi  lebih sering ditemukan pada anak dengan ayah yang merokok sebelum periode pembuahan. Risiko asma meningkat jika ayah merokok sebelum usia 15 tahun, dan risiko ini terus meningkat  seiring semakin lamanya durasi merokok.

Penelitian ini menilai 13000 pria dan wanita melalui kuisioner. Para peneliti menganalisis  hubungan  antara berapa lama ayah atau ibu sudah merokok dengan kejadian asma pada anak, dan melihat apakah ayah telah berhenti merokok sebelum terjadi pembuahan.  Penelitian sebelumnya pada hewan menunjukkan bahwa papararan rokok pada ayah ternyata bisa membahayakan  kesehatan anak  dimasa depan.

Awal tahun  ini media ramai dengan cerita pengakuan seorang ayah yang menyesal habis-habisan karena anaknya meninggal akibat radang paru (bronkopneumonia).  Diduga, racun yang masih menempel pada baju ayah ikut terhirup si kecil dan menjadi faktor predisposisi si kecil terkena radang paru tersebut. Siapa yang tidak sedih membacanya?  Sang ayah akhirnya menghimbau agar para ayah lainnya berhenti merokok agar tidak mengalami kejadian serupa.

Niatkan tulus berhenti merokok untuk kesehatan anak anda kelak. Juga tentu kesehatan anda. Anda tentu ingin menua dalam keadaan sehat kan? Siapa sih yang tidak ingin main dengan cucu dalam keadaan sehat?  Mengantar sekolah, berlari-lari di taman? Jangan sampai anda kehilangan momen indah tersebut karena kegagalan anda melawan kecanduan rokok.

Berhenti merokok harus ada dalam agenda seorang suami yang sayang pada istri, seorang ayah yang sayang pada ananda.”- Asma Nadia

Berani berhenti merokok? Nah, itu baru laki!


Categories: Gaya Hidup Sehat

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.