Mencegah Kanker, Apakah Mungkin?

  Email-Header-Cancer-Prevsumber gambar disini

Bulan Februari ini kita memperingati Hari Kanker Sedunia dengan pesan untuk melakukan pendekatan positif dan proaktif untuk melawan kanker. Kebanyakan orang beranggapan kanker sudah merupakan bawaan  yang tidak mungkin dapat dihindari lagi.  Anggapan ini kurang tepat karena ternyata 4 dari 10 kejadian kanker dapat dicegah dengan tindakan proaktif berupa perubahan gaya hidup dan deteksi dini. Yuk kita baca lebih lanjut tindakan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kanker!

Langkah-langkah Pencegahan Kanker

  1. Tidak merokok

Yup! Sekali lagi, tidak merokok. Dari 1, 6 juta kasus kanker baru yang terjadi pada 2014, dengan angka kematian mendekati lima ratus ribu,  224, 210 atau hampir setengah diantaranya berkaitan dengan penggunaan  rokok atau tembakau. Perlu diketahui bahwa terdapat 60 jenis zat penyebab kanker dalam rokok yang mengganggu aktivitas Gen p53, sebuah gen yang berperan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

  1. Hindari paparan matahari dengan sunblock

Kanker kulit baik itu berupa melanoma atau basalioma diketahui berhubungan dengan jumlah paparan terhadap sinar matahari. Ayo jangan malas mengoleskan sunblock sebelum berpergian, tidak peduli anda perempuan atau laki-laki. Disarankan untuk menggunakan sunblock dengan SPF 30 atau lebih guna mendapatkan hasil yang optimal.

  1. Berolah raga

Pada wanita yang lebih aktif, ditemukan kadar estrogen yang lebih sedikit. Kelebihan hormon estrogen diduga dapat memicu timbulnya myoma (tumor jinak rahim) dan kanker payudara. Sementara pada kondisi lain, berolah raga juga dapat menurunkan kadar insulin tubuh. Insulin dan Insulin Growth Factor -1 (IGF-1) saat ini terus menjadi subjek penelitian dalam kaitannya dengan pertumbuhan kanker pankreas, prostat, dan payudara.

  1. Makan lebih banyak sayuran

Kurang makan sayur merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker usus besar. Dr. Anne McTiernan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di  Seattle merekomendasikan untuk makan sayur dan buah yang beraneka ragam setidaknya 5 porsi per hari, ditambah dengan membatasi konsumsi harian daging hanya 4 ons atau sebesar tumpukan kartu, serta hindari  produk daging olahan seperti sosis atau nugget.

  1. Vaksinasi

Infeksi merupakan salah satu  penyebab kanker. Agen infeksi yang telah diketahui menyebabkan kanker antara lain Human Papilloma Virus (HPV) sebagai penyebab kanker leher rahim dan virus hepatitis B yang dapat memicu terjadinya kanker hati. Kabar baiknya adalah telah tersedia vaksin untuk mencegah kedua kondisi ini. Jangan lewatkan jadwal vaksinasi untuk kedua penyakit diatas terutama apabila kita sudah memiliki faktor risiko riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

  1. Hindari zat karsinogenik

Paparan terhadap zat kimia, telah diketahui merupakan salah satu faktor pemicu kanker. Misalnya saja golongan arylamines diketahu dapat memicu kanker kandung kemih. Zat kimia lain yang sebaiknya dihindari antara lain: asbestos, formaldehyde, dan benzene.

Demikian perubahan gaya hidup yang dapat di lakukan untuk mencegah kanker. Terakhir, jangan lupa untuk melakukan penapisan  yang telah tesedia untuk beberapa jenis kanker, misalnya mammografi  atau deteksi gen BRCA untuk kanker payudara, kolonoskopi untuk kanker usus besar, dan  pemeriksaan marker kanker prostat.

Kisah Inspiratif 

Usaha-usaha tersebut bukanlah hal yang dapat diremehkan. Dikutip dari Reader Digest, kisah penulis acara tv Gilmore Girls  ini mungkin bisa menjadi inspirasi.  Jessica Queller dalam bukunya yang berjudul Pretty Is What Changes menceritakan bagaimana ia memanfaatkan teknologi deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker pada dirinya.

jessica_queller_daughter

sumber gambar disini

Ibu Jessica meninggal karena kanker ovarium setelah sebelumnya berhasil melalui perjuangan melawan kanker payudara. Jessica kemudian melakukan tes penapisan untuk mengetahui apakah tedapat mutasi gen BRCA yang diwariskan, sebuah penanda kemungkinan ia akan terkena kanker serupa. Hasil pemerikasaan menunjukkan adanya mutasi gen tersebut, artinya Jessica memiliki kemungkinan  50% mendapatkan kanker payudara dan 44% mendapatkan kanker ovarium, ketika rata-rata wanita normal hanya memiliki kemungkinan  mendapat  kanker sebesar 1-2%. Jessica akhirnya memutuskan untuk mengoperasi kedua payudaranya, walaupun saat itu belum ditemukan adanya tanda-tanda keganasan. Sebagai langkah pencegahan lain, Jessica juga sudah berniat untuk mengangkat kedua ovariumnya saat dirinya berusia 40 tahun. Sayangnya hingga usianya yang ke 37 Jessica belum menikah, ia akhirnya memutuskan untuk memiliki anak melalui bank sperma. Selain itu Jessica juga berusaha agar jangan sampai keturunannya mewarisi mutasi yang sama.  Hal ini dilakukan dengan cara melakukan deteksi dini mutasi gen BRCA pada embrio yang akan ia kandung. “Kita saat ini hidup dimana intervensi teknologi memberikan kesempatan kita untuk bisa hidup, maka pergunakanlah”, pesan Jessica.


Comments

comments