Mengenal Diet Alkaline, Benarkah Bermanfaat Untuk Kesehatan?

Mengenal Diet Alkaline, Benarkah Bermanfaat Untuk Kesehatan?

 

Apakah anda pernah mendengar seputar diet alkaline? Diet ini adalah diet yang dilakukan oleh artis Hollywood Gwyneth Paltrow dan Kristen Dunst. Di Indonesia diet ini dipopulerkan oleh komunitas olahraga Indobarian. Dikalangan Indobarian, seseorang yang melakukan jenis diet ini disebut sebagai alkaline warior.

Diet ini diklaim dapat menurunkan berat badan, mencegah penyakit kronis dan kanker. Wah menarik sekali bukan? Bagaimana mekanismenya? Apakah hal ini benar atau hanya klaim semu belaka?

Diet alkaline adalah diet yang menekankan konsumsi makanan yang bersifat basa (alkaline). Para pendukung diet alkalin menyebutkan bahwa  makanan yang membentuk asam seperti daging merah akan menggeser keseimbangan asam basa di dalam tubuh dan menyebabkan seseorang dalam keadaan sakit.  Dasar pemikiran yang  “jika kita memasukkan makanan asam, bagaimana sistem tubuh kita melakukan hal lain jika terlalu sibuk untuk membuang asam yang berlebih?”

Pada kenyataan diet alkaline tidak akan mengubah pH tubuh kita.  Tubuh kita memiliki pH yang berbeda untuk setiap bagian tubuh. Misalnya saja, pada lambung pH berkisar antara 2-3.5 atau sangat asam. Sementara pada darah pH berkisar 7.35-7.45 atau sedikit basa. Satu-satunya yang akan mengalami perubahan akibat diet alkaline ini adalah urin kita. Perubahan pH pada urin merupakan hal yang bermanfaat karena dapat mencegah pembentukan batu pada saluran kencing.

Selain bermanfaat karena mencegah batu saluran kemih, diet alkaline juga bermanfaat bagi tubuh karena dengan lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah, kebutuhan vitamin dan mineral tubuh akan terpenuhi. Sayuran hijau juga banyak mengandung kalium yang kelak bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Klaim bahwa dengan melakukan diet ini seseorang menjadi lebih sehat bisa dibenarkan dengan hal ini. Termasuk dalam pencegahan kanker, secara umum konsumsi sayur dan buah hingga lima porsi dalam sehari diduga bisa bermanfaat untuk mencegah kanker karena kandungan antioksidannya yang dapat menangkal bahaya radikal bebas.

Orang dengan masalah ginjal dilarang untuk melakukan diet ini tanpa supervisi dari dokter. Hal ini juga berlaku bagi seseorang yang mengkonsumsi obat yang mempengaruhi kadar kalium dalam darah. Obat tersebut biasanya dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki masalah pada jantung atau liver. Jika anda memiliki masalah kesehatan sebaiknya anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan perubahan pola konsumsi makanan yang drastis seperti ini.

Berikut ini adalah penggolongan pH makanan menurut penganut diet alkaline:

Asam                     : daging merah, ayam, ikan, susu dan produknya, telur, beras, dan alkohol

Netral                   : air putih

Basa (alkaline)   : buah, sayur, biji-bijian, produk kedelai (tahu, tempe) dan kacang-kacangan  lainnya

Diet Alkaline dilakukan dengan mengkonsumsi 80% makanan alkaline dan 20% makanan yang bersifat asam. (sumber gambar: alkalinedietblog.com)

Diet Alkaline dilakukan dengan mengkonsumsi 80% makanan alkaline dan 20% makanan yang bersifat asam. (sumber gambar: alkalinedietblog.com)

 

Aturan utama diet ini adalah 80% dari apa yang dimakan haruslah makanan yang tergolong alkali, dan 20% sisanya adalah makanan yang bersifat asam. Aturan ini harus dilakukan untuk setiap kali makan, minum dan juga snack. Dengan melakukan diet ini, seseorang tidak dilarang untuk mengkonsumsi karbohidrat ataupun daging, hanya jumlahnya saja yang perlu dibatasi.  Beberapa orang, memilih mengikuti aturan 60/40 untuk memulai membiasakan melakukan diet ini.

Nah, bagaimana dengan anda, tertarik untuk mencoba? 🙂

 

 

 


Categories: Diet, Gaya Hidup Sehat, Gizi

Comments

comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.