Mengenal Nyeri Haidh, Kapan Kita Harus Waspada?

Mengenal Nyeri Haidh, Kapan Kita Harus Waspada?

Nyeri haidh merupakan sesuatu yang lumrah dirasakan selama periode menstruasi. Lebih dari setengah populasi wanita akan mengalami nyeri haidh selama 1-2 hari setiap bulannya. Sekitar 15% diantaranya akan mengalami nyeri haidh yang sangat hebat. Nyeri haidh biasanya dirasakan beberapa waktu sebelum menstruasi,  dan akan terasa puncaknya setelah 24 jam. Setelah 1-2 hari, nyeri ini biasanya akan mereda.  Nyeri haidh paling umum terjadi pada usia remaja, terutama pada dua tahun pertama sejak haidh pertama kali.  Nyeri ini biasanya akan berkurang seiring wanita bertambah usia dan setelah melahirkan.

Banjir Prostaglandin

Selama menstruasi, rahim akan berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari dinding rahim. Kontraksi ini diatur oleh zat mirip hormon yang bernama prostaglandin.

Prostaglandin memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung dimana ia diproduksi. Pada jaringan yang mengalami kerusakan atau infeksi, prostaglandin bekerja sebagai mediator peradangan yang menyebabkan rasa nyeri, kemerahan, dan demam sebagai bagian dari proses penyembuhan. Jika diproduksi pada pembuluh darah yang terluka, prostaglandin akan menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan menyempit sehingga mengurangi jumlah darah yang hilang. Sementara jika diproduksi di rahim, prostaglandin akan menyebabkan kontraksi. Kontraksi ini merupakan proses yang diperlukan pada saat seorang wanita harus mengeluarkan bayi saat melahirkan dan mengeluarkan darah saat menstruasi.

Pada kondisi dimana produksi prostaglandin berlebih,  dinding rahim menjadi kencang lebih lama, pembuluh darah tertekan dan menyebabkan oksigen tidak sampai pada jaringan. Rasa nyeri merupakan suatu sinyal yang dikirimkan bagian tubuh untuk memberi tahu bahwa jaringan mengalami kekurangan oksigen.

Akibat proses kontraksi, lapisan dinding rahim akan luruh dan dikeluarkan lewat leher rahim. Apabila seorang wanita memiliki saluran leher rahim yang sempit, akan memperbesar rasa nyeri yang dirasakan karena rahim akan berusaha berkontraksi lebih kuat untuk mengeluarkan darah menstruasi. Sementara apabila seorang wanita telah hamil dan melahirkan, dinding rahim dan saluran leher rahim akan melebar, hal ini menjelaskan mengapa nyeri haidh lebih jarang ditemukan pada wanita yang sudah pernah melahirkan.

Kapan nyeri  haidh disebut abnormal?

Nyeri haidh yang terjadi akibat produksi prostaglandin saja dikenal dalam istilah kedokteran sebagai sebagai  dysmenorrhea primer. Sementara nyeri haidh yang disebabkan oleh adanya suatu penyakit, dikenal dengan istilah dysmenorrhea sekunder.

Dysmenorrhea sekunder salah satunya ditandai dengan nyeri haidh berat. Nyeri ini bisa sedemikian hebatnya, bahkan dapat menyebabkan seorang wanita hampir pingsan dan harus dibawa ke UGD untuk mendapatkan suntikan antinyeri. Apabila ditemukan kondisi seperti ini, sebaiknya wanita tersebut menjadi waspada dan memeriksakan diri ke dokter untuk mencari adanya keadaan-keadaan tidak normal seperti: endometriosis, tumor jinak rahim, atau infeksi pada panggul.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri haidh?

Berikut ini adalah beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri haidh yang dirasakan:

Berolahraga

Olahraga aerobik seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang direkomendasikan untuk mengurangi haidh. Olahraga akan menyebabkan produksi endorphin, sebuah senyawa yang memiliki efek antinyeri.

 Air hangat

Cobalah untuk mandi air hangat, atau menempelkan botol berisi air hangat pada perut bagian bawah.

Memijat

Cobalah memijat secara memutar pada bagian bawah perut. Pijatan ini akan menimbulkan rasa nyaman dan menyebabkan seseorang melupakan rasa nyeri yang sebelumnya dirasakan.

Kalsium

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa suplemen kalsium mungkin dapat meredakan nyeri yang dirasakan karena nyeri haidh.

 Aromaterapi

Sebuah penelitian di Korea menyebutkan bahwa aroma mawar, lavender, dan minyak sage dapat mengurangi rasa nyeri haidh.

 Akupuntur

Dua buah penelitian membuktikan bahwa akupuntur dapat meringankan nyeri haidh. Melakukan akupuntur sebanyak 15 kali dalam periode 3 bulan terbukti menurunkan nyeri haidh berat yang sebelumnya dirasakan oleh para responden penelitian.


Comments

comments